BI Ungkap Penyebab Nilai Tukar Rupiah Tertekan

JAKARTA, BERITAPEDOMAN.com – Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengungkap penyebab nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus tertekan hingga saat ini.

Destry, mengatakan, tekanan yang terus terjadi terhadap kurs rupiah saat ini lebih disebabkan permasalahan eksternal, mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah, pengetatan kebijakan moneter di AS, serta sentimen investor terhadap aset negara berkembang.

“Pelemahan dipengaruhi eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, pengetatan kebijakan moneter AS dan sentimen investor global terhadap aset negara berkembang,” kata Destry dalam konferensi pers hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal III-2026 di Jakarta, seperti dilansir dari beberapa sumber, Selasa (3/11/2026).

Sekadar diketahu, nilai tukar rupiah (IDR) terus tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga penutupan perdagangan Selasa, 3 November 2026.

Berita Pedoman mencatatkan pada perdagangan Selasa sore (3/11/2026), nilai tukar Rupiah ditutup melemah tipis 4 poin (0,02 persen) di level Rp18.160 per Dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp18.152 per Dolar AS.

Meski demikian, BI juga mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 masih kuat, yakni sebesar US$ 146,3 miliar.

Comment