BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi di Sejumlah Wilayah Perairan Indonesia 

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia yang akan terjadi pada 13-16 Juli 2026.

Informasi peringatan tersebut, diunggah melalui akun Instagram resmi BMKG, @infobmkg.

BMKG menjelaskan potensi gelombang tinggi dipengaruhi oleh pola angin yang cukup kuat di sejumlah wilayah Indonesia.

Untuk wilayah Indonesia bagian utara, angin bergerak dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan 6-25 knot. Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-25 knot. Kecepatan angin tertinggi ini terpantau di Laut Arafuru.

Adapun gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di wilayah Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian utara dan selatan, Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, Laut Maluku, Laut Arafuru bagian utara, barat, tengah, dan timur, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.

Sementara gelombang dengan ketinggian 2,5-4 meter berpotensi terjadi di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

BMKG juga mengingatkan adanya risiko terhadap keselamatan pelayaran, dan mengimbau masyarakat, terutama nelayan, pelaku transportasi laut, dan pengguna jasa pelayaran, agar meningkatkan kewaspadaan, karena gelombang tinggi berpotensi mengganggu aktivitas di laut dan membahayakan keselamatan.

Comment