MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Program Revitalising Informal Settlements and their Environments (RISE) akan diperluas di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Program RISE ini sendiri, merupakan kolaborasi riset dan implementasi infrastruktur berbasis alam (nature-based solutions) yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan, pengelolaan air, serta kesehatan masyarakat di kawasan permukiman informal dan wilayah rawan banjir dan telah berjalan selama sembilan tahun di Makassar.
Program Co-Director RISE, Diego Ramirez, mengatakan, keberhasilan pelaksanaan Program RISE di Makassar mendapat perhatian dalam berbagai forum internasional yang membahas pembangunan berkelanjutan dan kesehatan lingkungan.
“Selama sembilan tahun implementasi, program tersebut menunjukkan keterkaitan erat antara perbaikan sanitasi dengan peningkatan kesehatan anak-anak, khususnya dalam menurunkan risiko penyakit saluran pencernaan,” kata Diego, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Senin (22/6/2026).
Melalui implementasi Program RISE, kata Diego, Makassar berhasil masuk lima besar dunia dalam ajang penghargaan internasional WRI Ross Center Prize for Cities dan telah diumumkan di New York pada April 2026.
“Makassar terpilih bersama sejumlah kota dari berbagai negara setelah melalui proses seleksi yang melibatkan sekitar 300 kota di seluruh dunia,” kata Diego.
Capaian tersebut, lanjut Diego, memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu contoh praktik pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan dan kesehatan masyarakat di tingkat internasional, dimana hingga kini, enam lokasi percontohan, yakni Batua, Bonolengga, Barombong, Untia, Tallo, dan Kaluku Bodoa, telah selesai dibangun dengan dukungan Pemerintah Australia. Sementara enam lokasi berikutnya tengah dipersiapkan.
“Untuk itulah, program RISE ini akan diperluas di Sulsel,” kata Diego.
Konsulat Jenderal Australia, Todd Dias, menilai pengalaman Makassar menjadi modal penting untuk mempercepat pengembangan program ke berbagai daerah.
Selain perluasan wilayah, Todd juga menyoroti pentingnya skema pendanaan bersama (co-funding) antara Pemerintah Australia, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah guna menjaga keberlanjutan program dalam jangka panjang.
Sementara, Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, mengatakan, pengembangan program ini sejalan dengan upaya pemerintah mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek kesehatan, sanitasi, dan lingkungan perkotaan yang inklusif.
Selain mendukung target sanitasi layak, pendekatan yang dikembangkan melalui Program RISE juga dinilai relevan untuk memperkuat ketahanan kawasan perkotaan terhadap banjir dan dampak perubahan iklim.
“Program ini tidak hanya menjawab persoalan sanitasi, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan permukiman yang lebih sehat dan adaptif terhadap tantangan perkotaan di masa depan,” kata Fatmawati.
Fatmawati, juga mengungkapkan bahwa masih banyak rumah di kawasan kumuh Kota Makassar yang membutuhkan peningkatan akses terhadap layanan sanitasi yang layak. Apalagi berbagai kendala, mulai dari karakteristik kawasan, hingga partisipasi masyarakat, masih menjadi tantangan dalam upaya penanganannya.
Karena itu, Ia menilai pendekatan yang dikembangkan melalui Program RISE dapat menjadi salah satu solusi efektif yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses perubahan sejak tahap awal.
“Yang dibangun bukan hanya infrastrukturnya, tetapi juga kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, program seperti ini memiliki peluang lebih besar untuk berkelanjutan,” kata Fatmawati.
Fatmawati, juga menyampaikan akan memperkenalkan peta jalan (roadmap) Program RISE kepada para bupati dan wali kota di Sulawesi Selatan, agar pemerintah kabupaten dan kota memahami manfaat, mekanisme pelaksanaan, serta pentingnya komitmen daerah dalam mendukung keberhasilan program ini.
Dukungan pemerintah kabupaten dan kota dinilai menjadi faktor penting agar model yang telah berhasil diterapkan di Makassar dapat direplikasi sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.
“Dengan sinergi ini, kami berharap pendekatan yang dikembangkan melalui RISE dapat memperluas akses sanitasi yang layak, meningkatkan kualitas kesehatan warga, sekaligus menghadirkan lingkungan perkotaan yang lebih tangguh dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” kata Fatmawati.
Comment