Bank Indonesia Kembali Gelar PTBI, Paparkan Kinerja 2025 di Sulsel

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Bank Indonesia (BI) kembali menggelar kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025.

Kegiatan PTBI yang digelar saban tahunnya ini, kali ini bertema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” dan diselenggarakan, di Phinisi Ballroom, Lt 2, Hotel Claro, Jl A. Pettarani, Jumat (28/11/2025).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Wahyu Purnama A, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, Bank Indonesia bersama jajaran pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota serta instansi terkait, terus berkolaborasi erat melalui berbagai program strategis guna mewujudkan stabilitas dan transformasi ekonomi Sulawesi Selatan di sepanjang tahun 2025.

Sinergi BI, Pemprov, dan TPID se-Provinsi Sulsel ini, diwujudkan melalui kolaborasi strategis pengendalian inflasi, seperti Rapat Koordinasi dan Capacity Building TPID dan Neraca Pangan SIGAP SULTAN, serta akselerasi KAD. Kemudian juga ada sinergi perluasan program Mini Distribution Centre yang saat ini telah sukses berjalan di 8 kabupaten kota, yaitu Makassar, Parepare, Bulukumba, Maros, Takalar, Palopo, Tana Toraja, dan Bone.

Sedangkan di bidang pengembangan investasi, Bank Indonesia bersama Pemprov Sulsel melalui Forum PINISI SULTAN juga telah menyelenggarakan kurasi dan promosi proyek investasi potensial melalui kegiatan South Sulawesi Investment Challenge (SSIC), yang berhasil menjaring 18 proyek clean and clear dari 16 Kab Kota. Bahkan pada bulan Oktober 2025 kemarin, South Sulawesi Investment Forum (SSIF) juga telah dilaksanakan dengan menghadirkan calon investor dari dalam, maupun luar negeri dan berhasil mempromosikan 23 proyek strategis dengan total nilai potensi investasi mencapai Rp7,90 triliun.

“Tak hanya itu, pada bulan November 2025, BI Sulsel juga telah menyelenggarakan Anging Mamiri Business Fair (AMBF) dan berhasil melakukan MOU Ekspor UMKM senilai Rp228,12 miliar dengan melibatkan 30 buyer dari 17 negara, diantaranya Australia, Rusia, Jepang, Tiongkok, India, Arab Saudi dan UAE, dan berbagai negara lainnya sebagai langkah untuk peningkatan ekspor,” kata Wahyu, saat menyampaikan sambutan PTBI 2025.

Terkait pengembangan UMKM, kata Wahyu, BI Sulsel juga telah melaksanakan berbagai program untuk mendukung pengembangan UMKM Naik Kelas, salah satunya lewat pendampingan melalui bootcamp UMKM REWAKO yang terus berlanjut guna meningkatkan kapasitas usaha. Selain itu, juga dilaksanakan pameran Karya Kreatif Sulsel dan Trade Expo untuk promosi dan perluasan akses UMKM ke pasar nasional dan internasional.

Sementara di bidang ekonomi syariah, lanjut Wahyu, BI bersama Pemprov Sulsel juga terus berupaya mengembangkan ekosistem Rantai Nilai Halal yang dikemas dalam Pekan Ekonomi Syariah, serta Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah, yang terdiri dari kegiatan edukasi, expo produk syariah dan pelatihan sertifikasi halal bagi 79 juru sembelih halal pada tahun 2025 ini dan menghasilkan realisasi konkrit berupa 8 Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat, sertifikasi halal 1100 UMKM, 7 RPH, 3 sertifikasi penyelia halal, dan penyelenggaraan business matching senilai Rp10,8 miliar, serta penerbitan 23 sertifikat nazhir wakaf dan implementasi program wakaf produktif.

Untuk penguatan digitalisasi sendiri, kata Wahyu, BI terus bersinergi dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah untuk membangun ekosistem digital yang inklusif.

“Kesuksesan akseptasi digital ini ditandai dengan keberhasilan Sulsel meraih berbagai penghargaan dalam Championship P2DD, baik tingkat provinsi, maupun kabupaten kota,” kata Wahyu.

Mengenai edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah, dan pencegahan peredaran uang palsu, lanjut Wahyu, BI terus aktif memberikan berbagai sosialisasi.

“Dicatatkan spanjang tahun 2025, BI telah melaksanakan lebih dari 436 kegiatan edukasi dan telah disebarkan 847 konten edukasi digital, dengan total peserta mencapai 196 ribu orang, dengan jangkauan konten yang menembus 298 juta interaksi. Strategi ini tergolong efektif dalam meningkatkan keamanan transaksi di Sulsel, terbukti dengan temuan uang palsu yang juga terus menurun,” kata Wahyu.

Menuju tahun 2026, kata Wahyu, Bank Indonesia akan terus berkomitmen memperkuat koordinasi dengan stakeholder dalam rangka perumusan advisory dan rekomendasi bagi Pemda, meliputi peningkatan kapasitas ekonomi domestik, dukungan penguatan sektor riil melalui pengembangan UMKM, investasi dan perluasan ekonomi syariah, pengembangan sistem pembayaran yang inklusif bersama TP2DD, dan penguatan peran TPID dalam pengendalian inflasi.

“Dengan berbagai upaya strategis tersebut, BI Sulsel optimis ekonomi Sulawesi Selatan dapat tumbuh meningkat di rentang 5-5,8 persen pada tahun 2026, dengan inflasi yang terkendali pada kisaran 2,5±1 persen,” kata Wahyu.

Sekedar informasi, dalam kegiatan PTBI ini, selain dipaparkan capaian kinerja Bank Indonesia pada tahun 2025, BI Sulsel juga turut memberikan apresiasi kepada mitra kerja.

Apresiasi ini mencakup 9 kategori, diantaranya Kategori Mitra Strategis Pendukung Asesmen Ekonomi dan Keuangan Daerah Terbaik Provinsi Sulsel diraih oleh BPS Sulsel, Kategori Mitra Strategis Pendukung Asesmen Pengembangan Ekonomi Sulsel diraih oleh Bappelitbangda Provinsi Sulsel, Kategori Mitra Terkolaboratif dalam Menjaga Stabilitas Stok Pangan Daerah diraih oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel, Kategori Pengelolaan BI Corner Terinovatif Tahun 2025 diraih oleh BI Corner Universitas Hasanuddin, Kategori Pengelolaan BI Corner Teraktif diraih oleh BI Corner Perpusda Sulsel, Kategori Bank dengan Distribusi dan Layanan Kas Uang Rupiah Terbaik Provinsi Sulsel Tahun 2025 diraih oleh PT Bank Danamon Indonesia Wilayah Makassar, Kategori Pondok Pesantren Binaan Pendukung Program Eksyar Terbaik Provinsi Sulsel Tahun 2025 diraih oleh Pondok Pesantren Modern IMMIM Putra, Kategori UMKM Orientasi Ekspor Binaan Terbaik Provinsi Sulsel Tahun 2025 diraih oleh PT Siriman Jaya, dan Kategori UMKM Digital Binaan Terbaik Provinsi Sulsel Tahun 2025 diraih oleh CV Panrita Jaya Group.

Comment