Perkuat Riset Obat dan Kolaborasi Industri Kesehatan, Unhas Resmikan CRU

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai upaya terus memperkuat riset obat dan kolaborasi industri kesehatan, Universitas Hasanuddin (Unhas) meresmikan Clinical Research Unit (CRU), di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Clinical Research Unit (CRU) ini, merupakan fasilitas penelitian yang digunakan untuk melaksanakan uji klinis terhadap obat, vaksin, atau produk kesehatan pada manusia secara terstandar dan sesuai etika penelitian. Fasilitas ini juga mendukung kolaborasi antara rumah sakit, perguruan tinggi, dan industri dalam mengembangkan inovasi produk kesehatan berbasis riset.

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, mengungkapkan, kehadiran CRU merupakan fasilitas yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat ekosistem riset klinis di lingkungan universitas.

“Fasilitas ini akan beroperasi di bawah koordinasi Rumah Sakit Pendidikan Unhas, serta melibatkan berbagai fakultas terkait dalam pemanfaatannya dan diharapkan dapat mendukung pengembangan riset klinis yang lebih terintegrasi,” kata Jamaluddin Jompa, Jumat (6/3/2026).

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia, Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa selama ini fasilitas Clinical Research Unit masih didominasi oleh institusi di Pulau Jawa. Saat ini terdapat sekitar lima CRU yang beroperasi di wilayah tersebut.

Dengan kehadiran CRU di Unhas menjadi bukti bahwa kawasan timur Indonesia, khususnya Makassar, juga memiliki kapasitas dan potensi untuk mengembangkan riset klinis bertaraf nasional.

“Hari ini menjadi pembuktian bahwa Makassar, khususnya Unhas, juga mampu memiliki fasilitas penelitian klinis seperti ini. Ini merupakan awal yang sangat baik,” kata Taruna.

Dengan hadirnya CRU di Unhas, kata Taruna, diharapkan riset klinis di kawasan timur Indonesia dapat berkembang lebih pesat, termasuk mendorong lahirnya berbagai produk obat baru melalui penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Unhas.

“Kami bersama industri akan menjalin kolaborasi melalui penandatanganan nota kesepahaman. Ini menjadi awal yang baik untuk mendorong pengembangan riset klinis dan inovasi produk kesehatan di Indonesia,” kata Taruna.

 

Comment