MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Self Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali melakukan Corporate Social Responsibility (CSR) di usianya yang ke – 47 tahun.
Kali ini, CSR yang dilaksanakan berupa penanaman 4.700 bibit mangrove dan rekonstruksi akses dermaga di Pulau Satando, Desa Mattiro Baji, Sulawesi Selatan, bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Pedalaman (Sahabat Pedalaman).
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian S, mengungkapkan bahwa Pulau Satando merupakan salah satu aset alam Sulawesi Selatan yang memiliki potensi laut melimpah. Namun, abrasi pantai, penyusutan daratan, dan kerusakan infrastruktur menjadi tantangan besar dalam beberapa tahun terakhir.
“Revitalisasi daerah pesisir dibutuhkan untuk memulihkan dan mengembangkan peran ekosistem laut di Pulau Satando. Untuk itu, melalui penanaman 4.700 bibit mangrove diharapkan dapat menahan abrasi, serta menjaga keseimbangan pesisir, dan rekonstruksi akses dermaga dapat mendukung mobilitas masyarakat, serta distribusi barang yang lebih layak,” kata Kristian, melalui siaran pers, Kamis (2/10/2025).
Penanaman bibit mangrove dan rekonstruksi akses dermaga tersebut, kata Kristian, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, membuka peluang ekonomi baru melalui perikanan berkelanjutan, maupun ekowisata, serta menghadirkan lingkungan pesisir yang lebih lestari untuk generasi mendatang, khususnya di Pulau Satando.
“Ke depannya, SRO akan terus berupaya melaksanakan kegiatan CSR lainnya yang bermanfaat dalam jangka panjang bagi penerima dan sejalan dengan upaya pemerintah dalam menyukseskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi prioritas pembangunan nasional,” kata Kristian.
Comment