Penggunaan QRIS di Sulsel Tumbuh Signifikan

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatatkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulsel tumbuh signifikan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Ricky Satria, mengungkapkan, penggunaan QRIS mengalami lonjakan tinggi. Hal ini terlihat dari grafik penggunaan QRIS, baik dari sisi pengguna aktif, volume dan nominal transaksi, maupun merchant.

Hingga akhir tahun 2024, BI Sulsel mencatatkan pengguna aktif QRIS sangat tinggi, yakni mencapai 1,225 juta atau tumbuh 14,62 persen dibanding tahun 2023 (yoy).

Begitu pun dengan volume transaksi QRIS, juga dicatatkan tumbuh signifikan, yakni sebesar 171 persen atau mencapai 78 juta transaksi dengan nominal mencapai Rp10,3 triliun atau tumbuh sebesar 174 persen dibanding tahun 2023 (yoy).

“Pertumbuhannya signifikan, seiring makin tingginya animo masyarakat akan transaksi non tunai di Sulsel, khususnya di Makassar,” kata Ricky, saat Taklimat Media “Update Perkembangan Ekonomi Sulsel Terkini” yang digelar di Baruga Phinisi, Lt 4, Kantor Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Selasa (11/2/2025).

Adapun jumlah merchant tertinggi yang menggunakan QRIS di Sulsel, kata Ricky, masih didominasi Kota Makassar, yakni mencapai 458.448 merchant. Disusul Kabupaten Gowa sebanyak 141.669 merchant, dan Kota Parepare sebanyak 45.726 merchant.

“Berdasarkan kategori usaha merchant, pengguna QRIS masih didominasi oleh kategori Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan pangsa pasar sebesar 73,48 persen sepanjang tahun 2024,” kata Ricky.

Comment