MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Perum Badan Logistik (Bulog) Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) menjamin stok beras aman hingga penghujung 2023.
Kepala Bulog Sulselbar, Imron Rosidi, mengungkapkan, walaupun fenomena El Nino mengancam kekeringan yang berkepanjangan yang diproyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga Februari 2023 dan mulai terasa di sejumlah daerah, tapi Sulawesi Selatan (Sulsel) masih memiliki cadangan beras hingga 3 bulan ke depan atau hingga Desember 2023.
“Insya Allah stok beras masih aman,” katanya, kepada Berita Pedoman, saat disambangi di Kantor Perum Bulog Sulselbar, Jl. A. Pettarani, Senin (12/9/2023).
Imron, juga tak menampik fenomena El Nino telah berdampak di Sulsel sehingga beberapa lahan petani mengalami kekeringan yang berefek produktivitas terus mengalami penurunan, yang tentunya berimplikasi pada harga beras yang merangkak naik.
Tak hanya itu, Bulog juga kesulitan merealisasikan target penyerapan beras karena harga pasar sudah di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
“Mengingat produksi menurun karena kekeringan, ada tarik menarik harga sehingga efeknya kepada Bulog dan Public Services Obligation (PSO). Untuk HPP Bulog sendiri dipatok Rp9.950 per kg untuk beras medium. Sedangkan di pasaran sudah di atas Rp11 ribu per kg. Kendati demikian, peluang serapan di wilayah Sulsel, seperti di Kabupaten Sidrap, Bone, Wajo dan Pinrang masih ada pada 2023 ini,” katanya.
Sekedar diketahui, pada 2022 lalu, Sulsel mencatat surplus 2,08 juta ton dan berkontribusi sebanyak 25 persen stok beras nasional. Tak hanya itu, produksi beras Sulsel juga mencapai 3,08 juta ton atau naik 5,29 persen dibandingkan 2021 yang hanya membukukan 2,92 juta ton.
Penulis/Redaktur : Marwiah Syam Butterflyrock
Comment