OJK Catat Industri Perbankan Tumbuh Positif di Sulsel

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi Maluku Papua (Sulampua) mencatatkan perkembangan industri perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) tumbuh positif dengan tingkat risiko yang aman.

Dicatatkan hingga Februari 2022 kemarin, posisi share Aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit Perbankan di Provinsi Sulsel terhadap nasional masing-masing 1,59 persen, 1,49 persen dan 2,21 persen.

Kepala OJK Regional 6 Sulawesi Maluku Papua (Sulampua), Mohammad Nurdin Subandi, mengatakan, total aset bank umum di Sulsel pada Februari 2022 kemarin, tumbuh sebesar 5,97 persen secara year on year ((yoy) dengan nominal mencapai Rp160,44 triliun. Sementara, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh sebesar 5,68 persen dengan nominal Rp109,94 triliun.

Adapun penyaluran kredit juga tumbuh sebesar 4,23 persen secara year on year  (yoy) dengan nominal Rp127,27 triliun.

“Aset bank umum di Sulawesi Selatan ditengah kondisi pandemi ini berhasil tumbuh sebesar 5,97 persen secara yoy, disertai indikator fungsi intermediasi (LDR) yang cukup tinggi 115,76 persen, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga sebesar 3,57 persen,” katanya, saat Acara Journalist Update, di The Icon Citraland Point of Indonesia Cluster Sunset Quay B/7, Rabu (30/3/2022).

Nurdin mengatakan, berdasarkan kegiatan usaha, secara keseluruhan aktivitas bank umum di Sulsel masih didominasi oleh bank konvensional dengan share aset sebesar 93,16 persen dengan nominal Rp149,46 triliun, DPK sebesar 92,83 persen dengan nominal Rp102,06 triliun, dan kredit sebesar 92,83 persen dengan nominal Rp118,14 triliun.

“Berdasarkan jenis penggunaan, kredit produktif juga tumbuh sebesar 4,51 persen secara yoy dengan nominal mencapai Rp69,11 triliun. Sementara, kredit konsumtif terkoreksi melambat -0,31 persen secara yoy dengan nominal mencapai Rp58,16 triliun,” katanya.

Comment