Pertamina, PT Pupuk Indonesia dan Mitsubishi Sepakat Kembangkan Bisnis Green Hydrogen dan Ammonia

JAKARTA, BERITAPEDOMAN.com – PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Mitsubishi Corporation sepakat untuk mengembangkan bisnis Green Hydrogen dan Green Ammonia Value Chain, serta Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).

Kesepakatan ini dituangkan dalam perjanjian kerjasama (MoU) yang ditandatangani secara langsung Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina, Iman Rachman, Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan dan Kepala Perwakilan Mitsubishi Corporation untuk Indonesia, Takuji Konzo, Rabu (2/3/2022).

Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina, Iman Rachman, mengatakan, penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Pertamina, PT Pupuk Indonesia, dan Mitsubishi Coorporation, diharapkan akan segera terwujud dalam bentuk kerjasama strategis, baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang dan akan mendukung pencapaian target-target nasional secara masif.

“Langkah awal untuk mewujudkan pengembangan Blue/Green Hydrogen dan Blue/Green Ammonia di Indonesia tentunya juga akan menjadi milestone penting untuk membentuk ekosistem industri hijau yang lebih luas lagi di Indonesia,” kata Iman, melalui siaran pers.

Kerjasama ini, kata Iman, juga sejalan dengan program dekarbonisasi pemerintah. Untuk itu, Pertamina melakukan kerjasama untuk mengembangkan blue/green hydrogen, blue/green ammonia, dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), dengan difasilitasi produksi milik Pupuk Indonesia dan co-combustion ammonia di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara.

Adapun Green hydrogen yang dihasilkan dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT), kata Iman, akan dimanfaatkan untuk memproduksi green ammonia. Sedangkan blue hydrogen yang dihasilkan dari pembangkit low carbon dengan carbon emission treatment facility, akan dimanfaatkan untuk memproduksi green ammonia, yang dapat dimanfaatkan untuk co-combustion ammonia PLTU Batubara.

“Pencapaian kerjasama ini merupakan awal dari perjalanan untuk membawa perubahan global ke arah yang lebih baik,” kata Iman.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman, menyatakan bahwa Pupuk Indonesia sangat menyambut baik kerjasama dengan Pertamina dan Mitsubishi. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan akses terhadap green energy dan mencapai target Net Zero Emission.

“Kami di industri pupuk telah melakukan sejumlah inisiatif untuk dapat mendukung program pemerintah, salah satunya adalah pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sebagai salah satu sumber energi untuk pabrik kami di Pupuk Kujang dan Petrokimia Gresik,” kata Bakir.

Bakir, juga menyampaikan bahwa Pupuk Indonesia sangat optimis terhadap pengembangan green hydrogen dan green ammonia, maupun blue ammonia. Apalagi pengangkutan hydrogen mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi dan sangat mahal. Oleh karena itu, untuk mendapatkan biaya pengangkutan yang ekonomis, salah satu alternatifnya adalah mengangkut hydrogen tersebut dalam bentuk ammonia dan Pupuk Indonesia sangat berpengalaman dalam mengoperasikan pabrik ammonia dan hal ini merupakan satu advantage.

“Kami berharap Pupuk Indonesia dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan dan pembangunan pabrik green ammonia dan blue ammonia yang akan dikembangkan di Indonesia,” kata Bakir.

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury, menyampaikan bahwa MoU antara Pertamina, Pupuk Indonesia dan Mitsubishi, merupakan langkah awal bagi kolaborasi ke depannya.

MoU ini juga merupakan bagian dari misi Green Industry Cluster yang telah disepakati dan diresmikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara dan Pertamina, serta Pupuk Indonesia sebelumnya.

“Kami sangat berkomitmen untuk memastikan Indonesia bisa mengurangi emisi gas rumah kaca berdasarkan National Determined Contribution (NDC) hingga 29 persen pada 2030, tetapi kami tidak bisa melakukannya sendirian. Kami tahu bahwa untuk mewujudkannya, kuncinya adalah Partnership,” kata Pahala.

Comment