JAKARTA, BERITAPEDOMAN.com – Tim mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina (UP) memberikan solusi eksplorasi migas di Indonesia bagian timur yang masih sulit melalui drilling program yang aman dan efisien.
Solusi yang ditawarkan tim mahasiswa yang beranggotakan Andi Magfirah, Larasati Dina Putri, Stanly Hokky, Ester Anggreni Simanjutak, dan Daniel Van Vriezer ini, juga telah memenangkan juara pertama di ajang Smart Drilling Software Workshop and Competition (SDSWC) 2021 besutan Universitas Trisakti dan Halliburton.
Anggota Tim, Andi Magfirah, mengungkapkan, daerah eksplorasi yang mereka pilih, adalah Selat Makassar, karena wilayahnya cukup menantang dan cekungannya dalam, hingga eksplorasinya terbilang sulit.
“Selain itu, kami juga melakukan analisa komprehensif dari segi engineering practice yang mencakup well trajectory, casing design, bit and rig selection, completion design, hingga production strategy,” kata Andi, melalui siaran pers, Jumat (1/10/2021).
Inovasi dari tim yang menamai diri mereka Erfolgreich tersebut, kata Andi, juga mendapat apresiasi dari para dewan juri, dan dianggap sebagai desain sumur eksplorasi terbaik untuk diaplikasikan di Indonesia bagian timur.
“Tim sangat optimis bahwa gagasan desain ini berpotensi meningkatkan rasio kesuksesan dalam proses eksplorasi cadangan migas di Indonesia. Sehingga kami berharap, gagasan ini tidak berhenti sampai di ajang perlombaan saja,” kata Andi.
Adapun gagasan yang membuat tim mereka memenangkan perlombaan, lanjut Andi, adalah karena mereka menggunakan konsep ‘complete picture in mind’.
“Dengan menggunakan software yang dimiliki Halliburton yaitu Landmark, kami membuat desain sumur eksplorasi yang cocok dengan karakteristik Selat Makassar yang unik. Kami juga menyusun simulasi proses pengeboran untuk jangka waktu 1 tahun. Hasilnya, sumur eksplorasi tetap aman dan tahan untuk proses drilling dan produksi di area yang sulit,” kata Andi.
Sekedar informasi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkirakan konsumsi minyak pada tahun 2030 akan meningkat menjadi 2,27 juta barel setara minyak per hari (Barrel Oil Equivalent Per Day/BOEPD). Bahkan pada tahun 2050, jumlahnya diperkirakan terus meningkat hingga 3,97 juta BOEPD.
Untuk itu, demi mengejar pemenuhan kebutuhan tersebut, pemerintah telah melakukan peningkatan produksi migas nasional dengan target 1 juta BOEPD. Apalagi SKK migas juga menyebutkan, saat ini mayoritas eksplorasi migas masih dilakukan di Indonesia bagian barat. Sementara, Indonesia memiliki sekitar 68 cekungan yang belum dieksplorasi dari total 128 cekungan yang ada, dimana sebagian besarnya terletak di Indonesia bagian timur. Namun, karakteristik cekungan yang unik, membuat tantangan eksplorasi migas semakin sulit. Untuk itu inovasi soulsi sangat dibutuhkan.
Comment