JAKARTA, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai kampus yang memfokuskan diri pada pengembangan bisnis dan teknologi energi, Universitas Pertamina (UP) menjawab tantangan energi dengan menghadirkan mata kuliah yang sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya industri energi.
Salah satunya, yakni di Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi UP, para mahasiswanya mendapatkan mata kuliah terkait pengembangan energi geothermal.
Mata kuliah di bidang energi ini, sebagai jawaban dari pernyataan Dewan Energi Nasional dalam Outlook Energi Indonesia pada tahun 2016, yang memprediksikan kebutuhan energi Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai 238,8 juta ton setara minyak (Tonne of Oil Equivalent/TOE) dengan skenario Business as Usual (BaU). Jumlah ini diproyeksikan akan meningkat menjadi 682,3 juta TOE pada tahun 2050 mendatang, dengan asumsi rata-rata pertumbuhan kebutuhan energi pada periode 2015-2050 di angka 4,9 persen per tahun.
Untuk itu, demi mencukupi kebutuhan ini, pemerintah Indonesia terus berupaya mencari alternatif sumber energi baru dan terbarukan (EBT). Salah satu EBT paling potensial untuk dikembangkan di Indonesia adalah energi yang berasal dari panas bumi (geothermal).
Comment