UP Lakukan Revitalisasi Kurikulum Pendidikan Vokasi

JAKARTA, BERITAPEDOMAN.com – Meski kebutuhan industri tinggi, namun lulusan sekolah vokasi masih kesulitan unjuk gigi. Bahkan wisudawan sekolah vokasi menghadapi tantangan rendahnya penyerapan mereka sebagai tenaga kerja. Kesenjangan antara kebutuhan industri dan kualifikasi lulusan vokasi, ditengarai menjadi salah satu biang keladi rendahnya serapan wisudawan vokasi di industri.

Untuk itu, Universitas Pertamina (UP) ditugaskan BUMN energi melakukan revitalisasi kurikulum pendidikan vokasi, khususnya bagi 5 sekolah vokasi yang terletak di sekitar lokasi kilang.

Rektor Universitas Pertamina, I Gusti Wiratmaja Puja, mengungkapkan, revitalisasi ini bertujuan agar kurikulum yang sudah diterapkan di sekolah vokasi saat ini dapat lebih ‘sreg’ dengan kebutuhan industri.

“Kami mencocokkan kurikulum yang sudah ada di sekolah-sekolah tersebut dengan perkembangan kebutuhan dunia industri energi. Sehingga, nantinya para lulusan sekolah vokasi dapat memiliki kompetensi seperti yang diinginkan dunia industri,” katanya, melalui siaran pers pada Berita Pedoman,  Rabu (24/3/2021).

Sekedar informasi, kurikulum vokasi baru yang telah dirampungkan tim Universitas Pertamina ini, juga disosialisasikan kepada 5 politeknik di Indonesia, diantaranya di AKAMIGAS Balongan, Politeknik Negeri Cilacap, Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Negeri Balikpapan, dan di STT Migas Balikpapan.

President Director Pertamina Foundation, juga selaku Badan Penyelenggara Universitas Pertamina, Agus Mashud Asngari, mengatakan, Universitas Pertamina digagas sebagai center of excellence dan penelitian dan pengembangan energi di Pertamina dan industri energi pada umumnya, dimana salah satunya melalui proyek revitalisasi kurikulum ini.

“Karena itu, kita akan kembangkan melalui sinergi program Pertamina Foundation dalam bentuk kompetisi energi baru terbarukan, kewirausahaan dan beasiswa bagi siswa-siswi politeknik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama Universitas Pertamina, Wawan Gunawan A. Kadir, mengatakan, revitalisasi kurikulum pendidikan vokasi ini mencakup standar kompetensi lulusan, rencana pembelajaran semester, kualifikasi dosen, dan instrumen penilaian.

“Kami berharap ke depannya, baik lulusan sarjana, maupun vokasi dapat sama-sama bersinergi mengisi pos-pos kerja demi mewujudkan cita-cita menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke lima di dunia pada tahun 2024, seperti diprediksi oleh World Bank dan IMF,” kata Wawan.

 

 

Comment