Kopi Luwak Malino Binaan BI Go Internasional

MALINO, BERITAPEDOMAN.com – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kopi Luwak Malino binaan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel makin mendapat tempat di pasar internasional. Terbukti, saat ini telah merambah pasar Singapura, Thailand, Hongkong, Taiwan.

Barista Kopi Luwak Malino, Muhammad Sain, mengatakan, Kopi Luwak Malino ini diproduksi sendiri, dan telah menjadi binaan Bank Indonesia (BI) sejak 2014 atau hampir enam tahun lalu.

“Berkat menjadi binaan BI, kita banyak dibantu, mulai dari promosi dan peningkatan kualitas sehingga produk kita makin mendapat tempat di masyarakat, juga di luar negeri,” katanya pada Beritapedoman.com, saat disambangi di Kedai Kopi Luwak Malino, Jl Sultan Hasanuddin, Sabtu (12/12/2020).

Untuk produksi Kopi Luwak Malino ini sendiri, kata Sain, jika secara normalnya bisa mencapai 200 kg hingga 300 kg per bulannya dari 30 ekor Luwak, dimana satu kali konsumsi musang bisa menghasilkan Kopi Luwak 1 kg hingga 1,5 kg.

Untuk pemetikan dan pembelian kopi dari petani itu sendiri, dilakukan Juni hingga September dan langsung produksi.

“Jika secara normal, kita bisa produksi sampai 300 kg dalam sebulan, dimana dalam 1 kg Kopi Luwak Malino itu dibanderol harga Rp1,8 juta di pasaran,” katanya.

Sain juga memastikan, kopi yang berasal dari hasil fases musang ini sangat bersih dan halal, karena melalui proses higienis, apalagi makanan yang diberikan sangat dijaga dan hanya diberikan daging ayam dan buah-buahan tiap harinya untuk menjaga kualitas kopi dalam perut musang. Tak hanya itu, kebersihan kandang pun sangat dijaga, untuk memastikan kesehatan musang selalu terjaga, sehingga kopi yang dihasilkan pun selalu lebih nikmat dari kopi Luwak lainnya.

“Kami selalu menjaga kualitas kopi dan itu adalah prioritas kami. Alhamdulillah, hingga saat in Kopi Luwak Malino tak hanya go internasional, tapi juga pemasarannya telah terserap di sejumlah toko oleh-oleh di Makassar, warkop hingga dikonsumsi oleh pelanggan individual. Saat ini kami juga menargetkan pasar yang dijajak selanjunya adalah Vietnam dan Filipina. Mudah-mudahan Kopi Luwak Malino makin dikenal dan digemari,” katanya.

Sementara, Kepala Divisi Implementasi Kajian Ekonomi Keuangan Daerah BI Sulsel, Edwin Permadi, mengatakan, pembinaan dengan UMKM Kopi Luwak Malino ini telah berjalan hampir enam tahun lalu dalam bentuk bantuan finansial, pelatihan, pengelolaan usaha dan teknis.

“Kami juga berkolaborasi dengan pihak profesional yang mengetahui pengelolaan kopi secara baik untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan sehingga menjadi produk khusus dan berstandar,” kata Edwin.

Edwin juga menargetkan, Kopi Luwak Malino ini menjadi komoditi unggulan dan mendunia nantinya.

“Kami harap ke depannya juga bisa diekspor. Itu salah satu program strategis yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Karena itulah, Bank Indonesia selalu membuka ruang promosi melalui pameran di dalam dan luar negeri yang ditujukan selain memberikan edukasi untuk memanfaatkan teknologi digital, juga untuk membantu promosi Kopi Luwak Malino,” katanya.

Penulis/Redaktur : Marwiah Syam

Comment