MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium atau BBM tidak ramah lingkungan masih sangat tinggi di wilayah Makassar, yakni 70,5 persen.
Kondisi ini tentunya sangat miris, mengingat saat ini Makassar menjadi kota tertinggi tingkat polusi udaranya tapi masyarakatnya masih tetap abai.
Sales Area Manager Retail Sulseltra, Probo Prasiddahayu, mengatakan, penggunaan BBM Premium ini masih tinggi karena masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat Makassar akan BBM ramah lingkungan dan berkualitas.
Padahal, BBM tidak ramah lingkungan (Premium) ini sangat berdampak buruk pada lingkungan dan merusak komponen mesin kendaraan.
“Bahkan dari penelitian yang kita lakukan, didapati masih tinggi sekali pengguna kendaraan yang harusnya menggunakan RON 90, dan RON 91 tapi dengan sengaja menggunakan BBM Premium yang tidak sesuai dengan komponen mesin kendaraannya. Alhasil bukan hanya merusak mesin kendaraan tapi juga meningkatkan polusi udara,” katanya saat Talk Show Pertamina Edukasi BBM Ramah Lingkungan kepada Media Sulsel, di Blue Lemon, Hotel The Rinra, Jl Metro Tanjung Bunga Makassar, Kamis (3/12/2020).
Kondisi ini, kata Probo, sangat terbalik jika mengacu pada peraturan Menteri KLHK, No.20 Tahun 2017 tentang Penerapan Bahan Bakar Euro 4 (minimal RON 91), dimana dalam aturan ini harusnya kendaraan-kendaraan saat ini tidak boleh lagi menggunakan Premium, apalagi komponen mesin kendaraan cocoknya hanya menggunakan RON 90, dan RON 91 ke atas.
Probo juga mengharapkan, kesadaran masyarakat akan hal ini perlu semakin ditingkatkan. “Kami mengharapkan hal ini juga sebagai bentuk edukasi pada masyarakat karena hal ini sangat berpengaruh buruk pada lingkungan,” katanya.
Penulis/Redaktur : Marwiah Syam
Comment