MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel mencatatkan Sulawesi Selatan pada Oktober 2020 ini mengalami deflasi -0,09 persen.
Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Edwin Permadi, mengatakan, perkembangan inflasi di Sulsel ini tercatat masih berada dalam kisaran target.
Secara bulanan, pada Oktober 2020 ini, Sulsel mengalami deflasi sebesar -0,09 persen (mtm) atau menurun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,02 persen (mtm).
“Jika dilihat dari secara tahunan, inflasi bulanan Sulawesi Selatan pada Oktober 2020 ini tercatat sebesar 1,46 persen (yoy) atau lebih rendah dibandingkan September 2020 yang tercatat sebesar 1,64 persen (yoy),” katanya saat Taklimat Media, di Pancious Cafe, Jl Hertasning, beberapa waktu lalu.
Adapun yang mendorong terjadinya deflasi pada Oktober 2020 ini, kata Edwin, utamanya disebabkan adanya intervensi harga pada komoditas administered prices dan sayuran.
Juga ada subsidi pemerintah pada tarif penerbangan jalur Makassar – Toraja.
“Juga didukung masuknya musim panen tomat, wortel, bayam, jagung manis, dan telur ayam yang telah menahan laju inflasi. Begitu pun, harga emas yang masih tertahan mengikuti tren penurunan harga emas dunia,” katanya.
Redaktur : Marwiah Syam
Comment