BERITAPEDOMAN.com – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana menaikkan harga tiket. Penyesuaian harga tiket ini sendiri, saat ini masih dalam tahap pembahasan.
Seperti dilansir dari Kontan.co.id, Rabu (10/6/2020), disebutkan dengan menaikkan harga tiket pesawat ini, bisa menjadi salah satu alternatif bagi Garuda untuk menutup potensi kehilangan keuntungan.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan, kalaupun ada kenaikan harga tiket, maksimal mencapai 20 persen.
“Kalau kami naikkan maksimum 20 persen, enggak sampai dua kali lipat,” katanya.
Penyesuaian harga tiket ini, kata irfan, juga sejalan langkah Garuda menjalankan protokol kesehatan lantaran membutuhkan biaya lebih.
Saat ini, Garuda juga sedang fokus untuk mencari cara agar pelanggan tak menanggung biaya tambahan. Maklum, sekarang ini penumpang pesawat harus memiliki surat bebas Covid-19, hasil rapid test.
Irfan juga mengatakan, adanya tambahan biaya bagi pelanggan ini dapat memangkas jumlah penumpang.
“Kalaupun tingkat okupansi terisi penuh sebesar 70 persen, Garuda masih harus menutup kerugian,” katanya.
Sekedar diketahui, tak hanya melakukan efisiensi, untuk mendulang pendapatan, Garuda juga menggenjot pendapatan dari kargo. Garuda mengoptimalkan bisnis angkutan pengiriman kargo dan memasang target pergerakan trafik yang lebih tinggi.
Editor : Marwiah Syam
Comment