PSBB Jilid II Berakhir, Pj Wali Kota Makassar Terbitkan Perwali

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di Kota Makassar resmi berakhir.

Pasca PSBB, Pj Wali Kota Makassar, Yusran Yusuf, menerbitkan perwali yang didalamnya akan mengatur bagaimana protokol kesehatan masyarakat saat tak ada lagi larangan PSBB. Selain itu, dalam perwali tersebut, juga berfokus pada standar protokol kesehatan.

“Seperti dalam giat keagamaan dan rumah ibadah. Standarnya itu kita mewajibkan pengurus masjid memperhatikan protokol kesehatan dan memastikan masjid steril. Nah tugas pemerintah melakukan monitoring,” kata Yusran saat melakukan meeting Zoom dengan awak media, di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Jumat (22/5/2020) malam.

Yusran juga mengatakan, pihaknya sudah membentuk satgas untuk tetap memonitoring kegiatan masyarakat di Kota Makassar, baik dalam bentuk keagamaan, maupun seputar perdagangan.

“Kami tetap memantau dan kami juga sudah undang semua pelaku usaha. Bahkan setiap di mall kami siapkan petugas Covid-19 untuk mendampingi dan berpatroli, serta di dalam mall nanti akan ada tiap jam pengumuman untuk tetap menjaga jarak dan memakai masker,” jelasnya.

Jika ditemui pelanggaran, kata Yusran, akan ada sanksi yang akan diberikan, yakni ada sanksi ringan, sedang dan berat.

“Sanksi ringan itu seperti pembinaan. Kalau sanksi sedang, akan dilakukan pembubaran paksa. Kalau sanksi beratnya itu bisa sampai tahap pencabutan izin usaha atau kegiatan,” katanya.

Sementara, Kabag Hukum Pemkot Makassar, Umar, memastikan perwali ini tidak membatalkan aturan yang sudah ada didalam PSBB.

“Ini bukan hadir untuk membatalkan konsep PSBB, namun ketika tidak berjalan dengan baik, tidak menutup kemungkinan akan diadakan PSBB jilid III,” ungkapnya.

Umar juga menekankan perwali ini lebih kepada memperketat protokol kesehatan di tengah masyarakat agar cepat memutus rantai Covid-19. Perwali ini juga bersifat pedoman dan mengikat.

“Karenanya, dengan hadirnya perwali ini, diharapkan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan dan ini butuh sinergitas yang baik demi mewujudkan tujuan yang ingin dicapai bersama,” katanya.

Editor : Marwiah Syam

Comment