25 Mei 2020, Pekerja BUMN di Bawah 45 Tahun Diizinkan Kembali Bekerja

BERITAPEDOMAN.com – Karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berusia di bawah 45 tahun akan diizinkan kembali masuk kantor pada 25 Mei 2020.

Dilansir dari CNN Indonesia, Senin (18/5/2020), disebutkan hal tersebut, dilakukan jika daerah tempat mereka bekerja membuka pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sementara itu, karyawan usia di atas 45 tahun masih menjalankan Work From Home (WFH) saat pandemi virus corona masih mewabah.

Informasi tersebut tercantum dalam surat Menteri BUMN Erick Thohir kepada direktur utama BUMN, dimana dalam surat tertanggal 15 Mei 2020 itu tertera tabel jadwal (timeline) tahapan pemulihan kegiatan #CoviSafe BUMN.

Adapun tahapan pemulihan kegiatan itu terdiri dari lima fase. Untuk fase 1 dimulai pada 25 Mei 2020, dimana pada fase 1 tersebut, Kementerian BUMN juga menyiapkan pedoman umum pemulihan kegiatan. Pedoman umum tersebut, meliputi protokol perlindungan karyawan, pelanggan, pemasok, mitra bisnis, dan stakeholder penting lainnya.

Protokol tersebut juga meliputi social distancing, penggunaan masker, menjaga kebersihan, dan sebagainya.

Tak hanya itu, Kementerian BUMN juga mulai membuka sektor industri dan jasa. Langkah pembukaan tersebut meliputi pembukaan layanan cabang secara terbatas, pengaturan jam masuk, serta pembatasan kapasitas.

Bahkan turut membuka pabrik, pengolahan, pembangkit, serta hotel melalui sistem shifting dan pembatasan karyawan masuk.

“Mall belum diperbolehkan buka. Dilarang berkumpul,” isi dokumen tersebut.

Tak hanya itu, restoran ritel dan dalam hotel juga diperbolehkan buka. Akan tetapi, tetap memberlakukan batasan jumlah pengunjung dan jam buka serta implementasi protokol kesehatan secara ketat.

Kemudian, fase III diterapkan pada 8 Juni 2020. Fase ini ditandai dengan pembukaan sektor jasa wisata dan pendidikan.

Selanjutnya, fase IV pada 29 Juni 2020 ditandai dengan pembukaan kegiatan ekonomi untuk seluruh sektor. Dan yang terakhir, fase V pada 13 dan 20 Juli 2020 yaitu evaluasi fase IV dan seluruh sektor.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, menyatakan, penetapan tanggal pada setiap fase tersebut, menyesuaikan dengan kebijakan PSBB suatu wilayah.

Arya juga menyatakan Kementerian BUMN akan mematuhi aturan PSBB di tiap wilayah.

“Misalnya PSBB, dimana karyawan tak boleh bekerja, maka kami akan mematuhi bahwa karyawan di daerah tersebut tidak bekerja. Tetapi misalnya PSBB telah dibuka, maka protokol ini akan berlaku dengan sendirinya. Justru yang dilakukan Kementerian BUMN ini justru protokol kesehatan yang lebih ketat daripada aturan main yang ada, karena ini hanya berlaku kalau PSBB tak berlaku lagi,” ujar Arya.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyatakan, bakal memberi kesempatan pada kelompok muda usia di bawah 45 tahun untuk tetap bekerja di tengah pandemi virus corona.

Tujuannya, agar pemerintah dapat menekan potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) warga yang terdampak corona.

Doni juga menilai kelompok usia di bawah 45 tahun ini tak rentan terpapar corona. Secara fisik, kebanyakan mereka yang berusia di bawah 45 tahun sehat dan memiliki mobilitas tinggi.

Namun, Doni juga mengakui kelompok muda usia di bawah 45 tahun juga berisiko menularkan virus corona. Namun, tingkat kematian kelompok ini masih lebih kecil dibandingkan kelompok usia 60 tahun ke atas.

Comment