Khalid Basalamah Beri Kajian pada Karyawan Semen Tonasa

PANGKEP, BERITAPEDOMAN.com – Ustadz Khalid Basalamah memberikan kajian secara langsung mengenai penyebab rusaknya amal di hadapan ratusan karyawan dan karyawati PT Semen Tonasa, di Masjid Raodhatul Muttaqin PT Semen Tonasa, Sabtu (25/1/2020).

Sesuai dengan tema acara, ustadz Khalid menjelaskan bagaimana cara memperkuat, membangun dan menjaga ikhuwah dalam islam.

“Janganlah kalian memanggil saudara saudara kalian dengan julukan yang buruk karena dapat menyakiti hatinya dan menyebabkan permusuhan. Dengan menjaga perkataan kita berarti dapat menjaga ikhuwah diantara kita,” tutur Ustadz Khalid Basalamah dalam penyampaiannya.

Dikatakan Ustadz Khalid Basalamah, keimanan adalah pembangkit dari amalan dan harus punya tujuan.

“Sibukkan diri dengan amal shaleh. Kita harus takut jangan sampai Allah tidak menerima amalan kita. Orang mukmin tidak boleh merasa puas dengan amalan yang dikerjakan,” katanya.

Kepala Biro Humas Semen Tonasa, Said Chalik, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk syiar islam kerjasama dari Serikat Karyawan Semen Tonasa (SKST), Yayasan Dakwah dan Pendidikan Islam (YDPI), Persatuan Syiar Islam Tonasa (PSIT) dan Kerukunan Istri Karyawan Semen Tonasa (KIKST).

“Kita berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan. Apalagi kajian agama khususnya pembahasan ikhuwah sangatlah penting dilaksanakan, karena dengan ikhuwah kita dapat memperkuat persatuan dan kesatuan. PT Semen Tonasa. Ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan ikhuwah melalui pembinaan mental bagi para karyawan dan karyawati dalam lingkup perusahaan,” katanya.

Sementara, Kepala Biro CSR Semen Tonasa, Ilyas HM, sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas respon positif dari para karyawan dan karyawati, serta keluarga besar PT Semen Tonasa dan masyarakat yang telah hadir dalam kegiatan kajian islam dan mengikuti kajian hingga akhir.

“Terimakasih kepada semua karyawan dan karyawati yang telah hadir mendengar kajian Ustadz Khalid Basalamah,” katanya.

Editor : Marwiah Syam


Comment