BERITAPEDOMAN.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menanggapi fenomena alam di Pelabuhan Gorontalo, dimana gerombolan ikan pada Senin 6 Januari 2020 lalu naik ke permukaan hingga ramai muncul dugaan sebagai pertanda gempa bumi di wilayah itu.
“Pendapat tersebut tentu saja tidak benar,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono, seperti dilansir dari Tempo.co, Minggu (12/1/2020).
Fenomena kemunculan ikan jenis tertentu dan ikan yang melompat naik ke pantai itu, kata Daryono, memang kerap dikaitkan dengan pertanda gempa.
Namun, hasil kajian ilmiah sejauh ini belum menunjukkan adanya bukti yang kuat secara empirik yang menunjukkan adanya keterkaitan tersebut.
“Sehingga fenomena terdamparnya ikan bukan bagian dari pertanda atau prekursor gempa bumi,” katanya.
Hasil kajian yang ada, lanjutnya, justru menunjukkan kaitan fenomena itu dengan musim, bukan gempa.
Dan berdasarkan teori oseanografi lainnya, disebutkan bahwa pengangkatan biota laut dalam ke permukaan hingga terbawa ke pesisir berkaitan dengan fenomena upwelling.
Upwelling sendiri, adalah sebuah fenomena di mana air laut yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar bergerak dari dasar laut ke permukaan.
Fenomena upwelling ini biasanya muncul gerombolan ikan ke tepi laut. “Selain itu masih ada faktor lain yang memicu ikan muncul ke pantai, seperti mengikuti dinamika arus laut,” katanya.
Editor : Marwiah Syam
Comment