Jaga Kelestarian Ekosistem, Pertamina Ajak Millenial Tanam Bibit Mangrove

LUWU, BERITAPEDOMAN.com – PT Pertamina (Persero) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) kembali melakukan penanaman mangrove di wilayah pesisir pantai Luwu, tepatnya di Desa Karang-Karangan yang berbatasan langsung dengan Terminal Bahan Bakar (TBBM) Palopo, Minggu (3/10/2019).

Penanaman ratusan bibit mangrove yang melibatkan kaum millenial ini, merupakan salah satu wujud kepedulian Pertamina terhadap lingkungan, terutama kerusakan mangrove yang beberapa tahun belakangan ini semakin parah.

Diketahui dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), sebesar 1,19 juta hektar hutan mangrove di Indonesia mengalami kerusakan. Luasan itu sekitar 33 persen dari luas total seluruh hutan mangrove yang ada di Indonesia.

Rusaknya hutan mangrove ini, tentunya akan berdampak pada keseimbangan ekosistem lainnya, seperti hilangnya rumah bagi sejumlah biota darat maupun laut, instrusi air laut serta erosi dan abrasi pantai.

Unit Manager Communication and CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, Hatim Ilwan, mengatakan, kerusakan hutan mangrove yang terjadi tiap tahun tidak sebanding dengan penambahan dan pertumbuhan mangrove baru.

“Selain melakukan reboisasi, kami juga coba edukasi masyarakat untuk menjaga dan memelihara lingkungan, terutama kelestarian mangrove,” ujarnya melalui rilisnya, Senin (4/11/2019).

Kegiatan penanaman bibit mangrove ini, katanya, dihadiri setidaknya 200 orang yang merupakan gabungan dari Pekerja TBBM Palopo, Persatuan Wanita Patra (PWP) serta guru dan siswa-siswi SMA Negeri 1 Luwu.

Dimana kegiatan ini juga merupakan hasil kerjasama antara Pertamina dengan SMA Negeri 1 Luwu yang juga merupakan sekolah binaan CSR Pertamina sejak 2018 lalu.

Salah satu peserta yang berasal dari SMA Negeri 1 Luwu, Maharani, mengaku senang bisa terlibat di acara ini.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang sudah mengajak kaum millenial sejak dini untuk peduli terhadap kelestarian mangrove.

“Semoga mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sekedar diketahui, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII tidak hanya sekali melakukan kegiatan serupa, hingga saat ini tercatat secara total sudah sebanyak 46.400 bibit yang berhasil ditanam sejak 2014 lalu.

Selain itu, Pertamina juga aktif dalam upaya penyelamatan satwa endemik khas Pulau Sulawesi seperti Burung Maleo dan Monyet Yaki yang saat ini terancam punah.

Editor : Marwiah Syam



Comment