MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Dalam rangka mendukung program UMKM Go Digital, Bank Indonesia (BI) bersinergi dengan Asosiasi Business Develompent Services Indonesia (ABDSI) menginisiasi penyelenggaraan Onboarding UMKM di Hotel Gammara, Jl Metro Tanjung Bunga, Jumat (28/9/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 100 pelaku UMKM, penyelenggara jasa sistem pembayaran, perusahaan e-commerce, Kantor Pelayanan Pajak Makassar, dan PT Pos Indonesia.

Acara ini sendiri diselenggarakan guna untuk memfasilitasi UMKM untuk menambah channel pemasarannya menjadi secara online melalui platform e- commerce, sehingga pasar produk UMKM lebih luas dan tidak hanya di Sulawesi Selatan saja, tetapi juga dapat dipasarkan secara nasional, bahkan Internasional melalui platform e-commerce.
Hal ini juga sejalan dengan Bank Indonesia yang mengemban tugas untuk mencapai dan memelihara stabilitas nilai Rupiah dengan mengupayakan terciptanya stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan stabilitas sistem pembayaran.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov Sulawesi Selatan, Endang Kurnia Saputra, mengungkapkan, kegiatan ini untuk mendukung program Digitalisasi UMKM melalui program strategis, yaitu mengembangkan kebijakan untuk mendukung ekonomi dan keuangan digital yang bersinergi dengan kebijakan Pemerintah dan OJK.
Dalam pelaksanaan program strategis tersebut, Bank Indonesia juga menggunakan lima besaran strategi, yaitu terkait pengembangan Produk, Platform, Teknologi sistem pembayaran, Teknologi dan skim untuk pembiayaan, dan Logistik.
Di sisi lain, melalui ragam model bisnis yang ditawarkan, baik unicorn domestik, seperti GO- JEK, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka, maupun raksasa e-commerce asing, seperti Alibaba, para UMKM Indonesia tetap dapat mengakses pasar yang tadinya belum tersentuh oleh karena terdapat batasan jarak dan waktu untuk bertransaksi jual-beli produk UMKM.
“Karena itulah, Bank Indonesia Sulawesi Selatan melaksanakan program Onboarding UMKM pada E-commerce,” katanya.
Adapun lembaga yang menjadi kontributor penyedia data UMKM potensial untuk Onboarding pada E-commerce, katanya, diantaranya Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulawesi Selatan dan Gapura Digital serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Sulawesi Selatan.
Adapun kriteria yang digunakan dalam menentukan kriteria UMKM potensial yang dapat difasilitasi untuk onboarding ke e-commerce, adalah UMKM yang berada di lokasi dengan infrastruktur komunikasi yang memadai, adanya jaringan sistem pembayaran, dan tersedianya penyedia jasa logistik.
Tak hanya itu, sebagai salah satu wujud dukungan UMKM untuk dapat memasarkan produknya secara online, Bank Indonesia juga memfasilitasi proses assesmen produk UMKM oleh asesor yang berasal dari Indonesia In Your Hand dan Tokopedia.
“Melalui kegiatan tersebut, diharapkan UMKM mendapatkan insight terkait kriteria produk yang diminati konsumen pasar digital, serta dapat menjadi masukan dalam pengembangan produk yang dijual. Ini juga sebagai upaya dalam meningkatkan pengetahuan dan kapasitas UMKM terkait pemasaran berbasis online,” katanya.
Sekedar diketahui, dicatatkan pada Desember 2018, terdapat 63.257 UMKM di Sulawesi Selatan. Sementara total UMKM di seluruh Indonesia yang terdaftar, adalah sebanyak kurang lebih 7.696.000 UMKM, sehingga share jumlah UMKM Sulawesi Selatan dibanding nasional sebesar 0,82 persen
Indikasi ini juga disebabkan platform digital sebagai sarana pemasaran produk serta elektronifikasi pembayaran belum dimanfaatkan secara optimal, salah satunya adalah karena terbatasnya kapasitas dan kapabilitas SDM UMKM terhadap platform digital.
“Oleh sebab itu, penyelenggaraan kegiatan Onboarding UMKM dapat memperkuat basis pemasaran digital produk UMKM di Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.
Editor : Marwiah Syam
Comment