Menakar Unggulnya Pertamax dengan Premium

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Tak disangkal hingga saat ini, keunggulan Pertamax masih kerap tak diindahkan konsumen demi BBM murah.

Problemanya, hanya tak ingin merogoh kocek lebih dalam lagi, padahal harga yang tertera tak beda jauh. Pun masyarakat yang masih ogah-ogahan Move on.

Tak sedikit yang menganggap bahwa keunggulan Pertamax hanya hoax dan tidak berbeda dengan Premium.

Padahal, itu sangat berbeda, terbukti dari kandungan oktannya yang jauh tinggi. Namun, seribu sayang, masih menjadi alasan kantong.

Untuk lebih meyakinkan lagi, penulis pun mencoba untuk lebih membuktikan lagi dengan mendatangi beberapa sampel pengendara yang berhasil move on dari Premium ke Pertamax.

Salah satunya, Trisusanto, warga Batua Raya, yang berhasil membuktikan bahwa Pertamax jauh lebih hemat.

Trisusanto pun mengungkapkan perbandingannya saat melakukan perjalanan ke luar daerah untuk urusan traveling dengan kecepatan normal 60/80 kilometer per jam.

Seperti ke Malino, yang membandingkan saat dirinya masih menggunakan Premium, saat itu sengaja mengisi full tangki atau sekitar tiga liter lebih, dan membandingkan saat telah menggunakan Pertamax, dimana kendaraan motornya saat itu juga diisi full tangki.

Perbandingannya, tak hanya jarak tempuh yang lebih hemat saat menggunakan Pertamax, mesin motor pun lebih halus dan tidak rewel saat telah move on menggunakan Pertamax.

“Iyya jauh lebih hemat tawwa, dan mesin juga lebih awet,” katanya pada Beritapedoman.com, saat disambangi di salah satu SPBU di Makassar, Senin (23/9/2019).

Mengenai alasannya kenapa move on, dirinya mengungkapkan, selain karena suka hal-hal berbau otomotif, pun karena tertarik karena kandungan oktannya yang baik untuk mesin kendaraan.

“Awalnya beralih karena kandungannya bagus untuk jaga mesin supaya awet, dan meminimalisir kendaraan masuk bengkel, pas saya gali-gali mengenai perbandingannya, ternyata Premium juga dianjurkan untuk tidak digunakan lagi karena tidak cocok lagi dipakai di kendaraan, karena merusak mesin kendaraan dan kesehatan manusia,” katanya.

Penulis/Editor : Marwiah Syam

Comment