MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat nilai ekspor Sulsel pada periode Juni 2019 hanya mencapai 95,73 juta USD.
Capaian ini tercatat menurun sebesar 7,84 persen bila dibandingkan nilai ekspor pada periode Mei 2019 yang mencapai 103,88 juta USD.
Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah, mengungkapkan, capaian pada Juni 2019 ini juga tercatat menurun sebesar 11,21 persen jika dibanding dari kondisi bulan yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 107,82 juta USD.
Adapun komoditas penyumbang nilai ekspor Sulsel pada periode Juni 2019, masih dicatatkan primadona komoditi nikel sebesar 68,43 persen.
Disusul komoditi kakao, besi dan baja, biji-bijian berminyak dan tanaman obat, serta lak, getah dan damar dengan distribusi masing-masing sebesar 6,86 persen, 6,43 persen, 5,33 persen dan 4,73 persen.
“Kontribusi nikel tetap tinggi. Hanya saja, nilai ekspor Sulsel periode ini menurun,” katanya melalui siaran persnya, Senin (12/8/2019).
Untuk negara tujuan ekspor pada periode Juni 2019 ini, katanya, masih dicatatkan Jepang yang merupakan negara paling memberikan kontribusi terbesar pada nilai ekspor, yakni sebesar 66,86 juta USD atau sebesar 69,84 persen dari total nilai ekspor Sulsel.
Disusul Tiongkok dengan nilai 16,11 juta USD atau sebesar 16,83 persen, Malaysia 6,64 juta USD (6,94 persen), Australia sebesar 2,01 juta USD (2,10 persen) dan Filipina sebesar 1,25 juta USD atau sebesar 1,31 persen dari total nilai ekspor Sulsel.
Jika melihat periode Mei 2019, tercatat nilai ekspor ke Jepang, Malaysia, dan Australia meningkat, masing-masing sebesar sebesar 0,11 persen, 161,75 persen, 1,59 persen.
Sementara, negara tujuan lainnya, seperti Tiongkok dan Filipina tercatat menurun, masing-masing menurun sebesar 35,39 persen dan 50,77 persen.
Namun, jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada Juni 2019 ini, tercatat nilai ekspor ke Tiongkok meningkat sebesar 28,72 persen, dan nilai ekspor ke Malaysia meningkat 8702,33 persen.
“Hanya saja, nilai ekspor ke Jepang justru mengalami penurunan sebesar 16,70 persen. Yang lainnya juga menurun. Hal inilah yang menyebabkan nilai ekspor Sulsel menurun,” katanya.
Penulis/Editor : Marwiah Syam
Comment