Industri Manufaktur di Sulsel Mengalami Kontraksi

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel mencatatkan pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang di Sulsel pada triwulan II-2019 mengalami kontraksi sebesar -4,89 persen jika dibandingkan triwulan I-2019.

Pertumbuhan ini juga berada di bawah angka pertumbuhan nasional yang juga mengalami kontraksi sebesar -1,91 persen.

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah, mengungkapkan, pertumbuhan ini memang mengalami kontraksi jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya.

Namun, jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, triwulan II-2019 ini dicatatkan naik sebesar 7,69 persen terhadap triwulan II-2018.

Capaian ini berada di atas pertumbuhan nasional yang hanya sebesar 3,62 persen pada periode yang sama.

“Hanya saja secara triwulan pada tahun ini, produksi industri manufaktur mengalami penurunan atau (menurun secara q to q),” katanya, di kantornya, Jl Haji Bau, Selasa (6/8/2019).

Sementara, pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil secara triwulan, kata Yos, pada triwulan II-2019 ini justru mengalami kenaikan sebesar 0,94 persen jika dibandingkan triwulan 1-2019 ini.

Pertumbuhan ini juga berada di atas pertumbuhan secara nasional yang juga naik sebesar 0,24 persen.

Sementara, beberapa waktu lalu, Pengamat Ekonomi Indonesia, Sunarsip, mengungkapkan, Sulsel merupakan daerah yang sangat potensial, hanya saja industri manufakturnya masih perlu lebih didorong lagi.

“Secara pertumbuhan, Sulsel sudah sangat maju, tapi industri manufakturnya masih sangat minim. Ini yang harus lebih didorong lagi pemerintah kedepannya,” katanya pada Beritapedoman.com, saat Media Gathering Bank Indonesia di Bali beberapa waktu lalu.

Penulis/Editor : Marwiah Syam

Comment