MAKASSAR, Beritapedoman.com – Bulog Divre Sulselbar mencatatkan stok beras per hari ini (31/5) 191 ribu ton. Stok tersebut, dipastikan sangat aman hingga enam bulan kedepan.
Bahkan, stok beras yang ada di gudang Bulog Sulselbar sangat bisa memenuhi wilayah-wilayah provinsi yang mengalami defisit stok beras. Tercatat, Bulog Sulselbar hingga saat ini telah menyalurkan ke beberapa wilayah defisit beras secara bertahap, diantaranya Sumatera, Padang, Jambi, Bengkulu, NTT, Nabire, Sintang, Ambon dan Papua.
Kepala Divre Bulog Sulselbar, M. Attar Rizal, mengungkapkan, Selain stok beras surflus saat ini, beberapa daerah sentra padi seperti Pare-pare, Sidrap dan Wajo dan lainnya juga saat ini memasuki musim panen, dimana hal itu, bisa menyerap beras 1500 hingga 2000 ton per harinya di wilayah Sulselbar.
“Jadi sangat cukup sekali, bahkan sangat aman hingga beberapa bulan kedepan,” katanya, saat meninjau Gudang Bulog Sulsebar, Panaikang, Jl Urip Sumohardjo, Jumat (31/5/2019).
Terkait kendala saat ini, katanya, terletak di penyaluran dan pemasaran yang tak seimbang. Sebagai contoh, wilayah Sulsel tercatat sebagai lumbung padi, tapi karena penyalurannya masih minim, akhirnya beras bertumpuk di gudang dan jadi rusak.
“Kita banyak menyerap beras, tapi beras medium juga lebih tinggi dibanding premium. Belum lagi, masyarakat yang dominan membeli ke pedagang pengecer yang kadang harganya jauh lebih mahal dari beras Bulog. Persoalan ini juga yang harus menjadi perhatian dari berbagai stakeholder, agar penyaluran beras berjalan secara baik dan sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Begitu pun jika ada pedagang yang mempermainkan harga, harus ditindak lebih tegas,” katanya.
Penulis/Editor : Marwiah Syam
Comment