MAKASSAR, Beritapedoman.com – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pertamina MOR VII Sulawesi yang bertugas untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi sekaligus memantau ketersediaan BBM dan LPG di Sulawesi mulai aktif beroperasi pada Selasa (21/5/2019).
Tim Satgas Ramadhan Idul Fitri (RaFi) ini serentak aktif di seluruh wilayah Indonesia selama 24 jam dengan dua shift dan akan selesai pada 20 Juni 2019 mendatang.
Khusus untuk wilayah MOR VII Sulawesi sendiri, Tim Satgas RaFi ini akan melakukan pemantauan terhadap stok BBM dan LPG di 17 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), tiga Depot LPG, dan tujuh Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) yang tersebar di 75 wilayah Kabupaten/Kota di enam provinsi.
Sekedar diketahui, rerata kebutuhan untuk produk BBM Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) selama masa RaFi di Sulawesi diprediksi akan mengalami peningkatan konsumsi sebesar 3,4 persen.
Sedangkan untuk produk BBM Gasoil (Biosolar, Dexlite, dan Pertamina Dex) diprediksi akan mengalami penurunan konsumsi sebesar 2,2 persen.
Sementara, peningkatan kebutuhan LPG bersubsidi pada masa RaFi ini diprediksi meningkat 9,4 persen, sedang LPG Nonsubsidi diprediksi meningkat sebesar 4,6 persen. Jadi bila dihitung berdasarkan jumlah tabung, maka ada peningkatan pemakaian sebanyak 50 ribu tabung LPG Bersubsidi. Sedang pemakaian tabung LPG Nonsubsidi meningkat 2.200 tabung.
Untuk prediksi kebutuhan Avtur sendiri, diprediksi naik lima persen dari rerata kebutuhan Avtur harian dalam kondisi normal.
General Manager Pertamina MOR VII Sulawesi, Chairul A. Adin, mengungkapkan, tim Satgas ini dibentuk untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat akan BBM dan LPG dan memastikan arus mudik selama Ramadhan hingga jelang lebaran tahun ini aman terkendali.
“Ini sangat penting, mengingat kedua kebutuhan ini sangat vital peranannya di masyarakat. Karena itulah, Satgas ini dihadirkan untuk memastikan aman terkendali dan masyarakat tak perlu cemas. Semua akan kami layani secara baik dan pasokan dipastikan aman terkendali,” katanya saat Prescomperence, sekaligus pemantauan langsung pengisian Elpiji dan BBM, di SPBU Sudiang, Jl Perintis Kemerdekaan, Senin (20/5/2019).
Terkait keluhan masyarakat yang ingin disampaikan mengenai BBM dan LPG, katanya, dapat memanfaatkan fasilitas Pertamina Call Center 135.
“Masyarakat dapat menyampaikan secara langsung mengenai informasi dan kritikan, juga saran pada kami melalui Call Center tersebut. Apalagi, bentuk keterlibatan dan kerjasama, serta pengawasan dari berbagai elemen masyarakat juga sangat kami butuhkan, agar proses distribusi BBM dan LPG dapat berjalan lancar dan tepat sasaran,” katanya.
Penulis/Editor : Marwiah Syam
Comment