MAKASSAR, Beritapedoman.com – Demi memanjakan konsumen setianya, Kalla Lines kembali menghadirkan inovasi untuk memberikan kemudahan mengirim kendaraan.
Salah satunya, dengan menghadirkan program layanan One Stop Service, yakni seluruh konsumen setia yang melakukan pengiriman mobil dari luar Makassar tak harus dibuat ribet menunggu kendaraan mereka di pelabuhan peti kemas, karena telah hadir layanan pengantaran khusus hingga ke rumah konsumen tanpa ribet.
Chief Operating Officer PT.Bumi Lintas Tama, M. Naim, mengungkapkan, layanan tersebut bekerjasama dengan Kalla Transport yang merupakan anak perusahaan dari Kalla group sendiri.
Item layanan yang dihadirkan dalam One Stop Service sendiri, yakni layanan self drive yang professional yang mengantar mobil ke dermaga pengiriman, Vessel atau pengantaran kapal, Receiving atau Layanan bongkar-muat dengan staff yang berpengalaman dan bersertifikat.
“Selain itu, juga ada layanan stock yard atau pendataan mobil sebelum di antar ke tempat tujuan,dilanjutkan dengan proses transporting atau pengantaran mobil pelanggan menggunakan Car carrier yang melayani hingga pelosok Sulawesi,” katanya melalui rilisnya, Kamis 25/4/2019).
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumya, katanya, dimana menjelang Ramadhan dan Idul Fitri tahun lalu, pihaknya selalu mengalami penumpukan pengiriman mobil.
Tapi di tahun ini, pelayanan sudah sangat maksimal dengan penambahan satu unit kapal pengantaran, sehingga keterlambatan proses pengiriman sudah sangat minim.
Selain itu, pihaknya juga selalu menjaga komunikasi antar pihak Kalla Lines dengan para pelanggan.
“Sekarang kita memiliki kapasitas angkut berkisar 680 unit mobil untuk satu kali perjalanan. Untuk tujuan Jakarta-Makassar 580 Unit dan 100 unit untuk Jakarta-Kalimantan. Tak hanya proses layanan cepat, dari sisi keamanan, kendaraan di atas kapal juga menjadi perhatian utama Kalla Lines. Itu dimulai dari memastikan posisi dan jarak antara kendaraan, memastikan lasingan atau pengikat mobil terpasang dengan erat di setiap sisi, serta menjaga kuota angkutan tidak terlalu penuh,” katanya.
Editor : Marwiah Syam
Comment