Pertamina Dukung Program Ketahanan Pangan Lewat Inovasi Limbah

MAROS, BERITAPEDOMAN.com –  PT Pertamina Patra Niaga, melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan dan ketahanan pangan lokal lewat inovasi pengelolaan limbah, dimana kali ini bekerjasama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menginisiasi program pemanfaatan limbah makanan dari Program Makan Bergizi Gratis sebagai pakan alternatif untuk peternakan masyarakat.

Inisiatif ini menjadi bagian dari pengembangan ekonomi sirkular berbasis komunitas yang terintegrasi dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat, sehingga limbah organik yang dihasilkan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini tidak lagi menjadi sisa buangan yang mencemari lingkungan.

Ketua Kelompok Laleng Kassie, Maryama, mengungkapkan, program ini sangat bermanfaat, karena mendukung keberlangsungan usaha peternakan yang Ia telah kelola bersama masyarakat.

“Pemanfaatan limbah makanan dari Program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar membantu kami menekan biaya operasional, terutama biaya pakan yang selama ini menjadi pengeluaran terbesar,” kata Maryama, Jumat (8/8/2025).

Sejak program ini berjalan, kata Maryama, peternakan bebek milik Kelompok Laleng Kassie yang terletak di Dusun Tamarunang, Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros ini, mampu memproduksi ratusan butir telur bebek segar setiap minggu secara konsisten.

Tak hanya berhenti pada produksi telur konsumsi, kelompok ini juga telah berhasil melakukan diversifikasi produk dengan mengolah telur menjadi telur asin berkualitas tinggi, sehingga turut meningkatkan pendapatan kelompok secara signifikan.

Area Manager Communication, Relation and CSR Sulawesi, Tengku Muhammad Rum, menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari strategi CSR Pertamina Patra Niaga yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi sumber daya lokal.

“Pendekatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) khususnya SDG 2 – Tanpa Kelaparan dan SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab,” kata Rum.

Rum, berharap ke depan, program pengelolaan limbah makanan menjadi pakan ini dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia, sebagai solusi cerdas yang menggabungkan pengurangan limbah, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

 

Comment