JENEPONTO, BERITAPEDOMAN.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto, meluncurkan program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa wisata Kassi, Jeneponto.
EKI ini sendiri, bertujuan untuk mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi desa melalui pengembangan desa, serta mewujudkan pemerataan pemahaman, maupun penggunaan produk atau layanan keuangan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
Kepala OJK Sulselbar, Darwisman, menyampaikan bahwa sejak dimulainya inkubasi EKI, terdapat penambahan penggunaan produk atau layanan
keuangan berupa penyaluran kredit sebanyak Rp3,7 miliar kepada 40 orang pelaku UMKM, dana pihak ketiga sebesar Rp565 juta oleh 150 orang nasabah, pembentukan QRIS sebanyak 39 merchant, pembentukan Agen Bank Sulselbar sebanyak 1 orang, serta pembukaan tabungan Haji sebanyak 28 orang di Desa Kassi Kabupaten Jeneponto.
“Ke depannya, program EKI ini akan dilanjutkan pada tahun 2025 dengan memilih desa lainnya. Ini kita lakukan supaya tidak hanya terbatas pada desa wisata, namun juga menyasar pada desa dengan potensi sektor usaha produktif unggulan lainnya,” katanya, saat peluncuran, Jumat (15/11/2024) malam.
Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program Ekosistem Keuangan Inklusif yang telah dilaksanakan oleh OJK Sulselbar sebagai salah satu upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Desa wisata Kassi, Jeneponto.
Sementara, Penjabat (Pj) Bupati Jeneponto, Junaedi, pun menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada OJK Sulselbar dan seluruh pihak yang telah menyukseskan program Ekosistem Keuangan Inklusif di Desa Kassi Kabupaten Jeneponto.
“Program ini sangat penting, guna mendorong pertumbuhan ekonomi desa, khususnya melalui pengembangan UMKM Desa,” kata Junaedi.
Comment