Vale, Bukti Konsistensi 54 Tahun Jaga Kelestarian Danau Purba

SOROWAKO, BERITAPEDOMAN.com – Danau Matano yang indah, sejuk menjadi kebanggan tersendiri kala memandangnya. Citra dan eksistensinya yang masih terjaga kelestariannya hingga saat ini yang juga merupakan salah satu danau purba di dunia, menjadi bukti konsistensi PT Vale sebagai perusahaan tambang yang berdedikasi pada keberlanjutan atau good mining practices selama 54 tahun.

Rahasia yang tersemat kenapa air Danau Matano terus mencitrakan kejernihan alaminya padahal berdampingan dengan area tambang, dikarenakan PT Vale tetap konsisten menjaga kondisi air danau purba yang diprediksi berumur 4 juta tahun itu dengan melakukan pengelolaan air limpasan tambang sesuai standar yang berlaku agar kualitas effluent (limbah cair) selalu di bawah baku mutu yang dipersyaratkan. Dengan begitu, air limpasan tambang yang keluar kembali ke danau sudah dalam keadaan jernih dengan kualitas air yang masih terjaga dengan baik.

Dengan penerapan good mining practices yang telah berjalan lebih setengah abad jua, kelestarian Danau Matano yang memiliki kedalaman sejauh 625 meter atau 1.969 kaki masih terjaga baik dan menjadi salah satu destinasi wisata kebanggaan Luwu Timur hingga saat ini.

Tentunya, dengan tetap terjaga kelestarian Danau Matano yang memiliki keunikan, ekosistem dan keragaman hayati yang sangat endemis, serta merupakan habitat bagi beberapa spesies fauna dan flora endemik menjadi sebuah referensi bahwa PT Vale tak pernah abai pada lingkungan, sehingga patut menjadi acuan bahwa tambang tak selamanya identik dengan perusakan alam.

CEO PT Vale, Febriany Eddy, mengatakan, air Danau Matano terus jernih, juga menjadi bukti dan promosi bahwa pertambangan berkelanjutan bisa dilakukan. Menambang itu bukan sekedar menggali dan menimbung. Ada proses panjang yang dilalui.

“Saya bersama PT Vale sangat bersyukur dengan banyak anugerah Sumber Daya Alam yang melimpah diberikan. Tentu kewajiban kita menjaga kualitas air Danau Matano, sehingga pengunjung yang datang bisa melihat air Danau Matano  yang tetap jernih, padahal ini bekas air tambang yang dikelola,” katanya beberapa waktu lalu.

Febriany Eddy, juga menyatakan, selama puluhan tahun beroperasi, PT Vale memiliki komitmen penuh untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita bisa lihat sendiri bagaimana kualitas air Danau Matano. Kita ini berbisnis dengan alam, jadi menjaga alam adalah suatu keharusan. Ini yang akan kita pegang teguh,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kata Febry, PT Vale juga selalu berkomitmen menjaga keseimbangan bisnis dengan memprioritaskan 3P, yakni Planet, People, and Profit.

“Karena ini semua demi anak cucu kita ke depannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, juga sangat terkesan dengan praktik pertambangan yang dilakukan PT Vale Indonesia.

Luhut, menyatakan, PT Vale membuat siklus pertambangan berkelas dunia dan telah menerapkan prinsip berkelanjutan mulai dari lingkungan, sosial budaya, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Jadi perekonomian maju. Kita mau yang begitu. Saya ingin perusahaan tambang di Indonesia menjadikan Vale sebagai salah satu contoh yang baik dan kita akan kasih sanksi jika ada perusahaan yang tidak patuh, apalagi masalah lingkungan. Pemerintah Indonesia sangat keras dengan masalah pengelolaan lingkungan di perusahaan tambang,” katanya, saat melakukan kunjungan di Blok Sorowako, Sabtu (26/11/2022).

Luhut, juga mengatakan, sejauh kunjungan kerjanya ke beberapa perusahaan tambang di Indonesia, PT Vale menerapkan good mining practices. “Ini aset kebanggaan Indonesia,” katanya.

Sementara, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Sampe L. Purba, menyatakan, PT Vale Indonesia patut menjadi contoh dalam menjalankan praktik kaidah pertambangan yang baik untuk seluruh perusahaan tambang di Indonesia.

“Kami melihat PT Vale telah berkomitmen menjalankan kaidah pertambangan yang baik dan hal ini dapat dilihat dari pengelolaan Sumber Daya Alam, air dan hutan yang tetap terjaga selama 54 tahun sejak PT Vale hadir di Bumi Batara Guru. Saya berharap perusahaan lain dapat mencontoh metode pertambangan yang baik ini,” kata Sampe.

Alumni Doktoral Universitas Pertahanan Konsentrasi Pertahanan Energi ini, juga mengaku senang dapat mengunjungi fasilitas pengolahan air limpasan tambang di Lamella Gravity Settler (LGS).

Fasilitas dengan teknologi terbarukan inilah yang membuat kualitas air Danau Matano tetap terjaga.

Tentunya, dengan kualitas air dan ekosistem yang tetap terjaga dengan baik itu jualah, menjadikan Danau Matano yang juga masuk dalam kategori Global Ecoregions oleh World Wide Fund for Nature tetap lestari hingga saat ini.

Penulis/Editor : Marwiah Syam Butterflyrock

Comment