MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Komisi VII DPR RI dan Kementerian ESDM bersinergi melaksanakan program pembagian 16.930 konverter kit BBM ke LPG untuk nelayan dan petani di 14 Kota/Kabupaten se-Sulawesi Selatan dan Tenggara.
Program tersebut, menjadi bagian dari transisi energi skala mikro untuk membuat petani dan nelayan semakin efisien dalam menggunakan bahan bakar dan mempermudah akses mendapatkan bahan bakar.
14 Kota/Kabupaten yang menjadi sasaran program ini, yakni 11 Kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel), diantaranya Kabupaten Maros, Gowa, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Jeneponto, Selayar, Bone, Wajo, Pangkep, Soppeng dan 3 Kabupaten/Kota di Sulawesi Tenggara (Sultra), diantaranya Kabupaten Kolaka Utara, Konawe Selatan dan Kota Kendari.
Adapun paket konverter kit yang dibagikan, terdiri dari 8399 paket untuk nelayan dan 8531 paket untuk petani.
Area Manager Comm, Rel and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan, dengan adanya program konversi BBM ke LPG ini, petani dan nelayan akan sangat diuntungkan. Selain dari sisi akses dimana tabung LPG bisa ditemukan di mana saja, selain efisiensi dan hemat.
“Para nelayan dan petani bisa menghemat pengeluaran pemakaian BBM. Dengan pemakaian normal, 1 tabung LPG 3 Kg setara dengan 7 liter BBM, jelas sangat menghemat apalagi dengan kondisi harga sekarang,” katanya, melalui siaran pers, Kamis (1/12/2022).
Dikonfirmasi secara terpisah Dirjen Migas Kementerian ESDM RI, Tutuka Ariadji, mengatakan, program ini telah dilaksanakan secara nasional sejak tahun 2016 dengan total 99 ribu lebih paket konversi untuk petani dan nelayan hingga tahun 2021.
“Program ini juga bertujuan untuk menyelamarkan lingkungan. Apalagi pemakaian gas LPG emisinya lebih sedikit dibandingkan dengan BBM,” ujarnya.
Redaktur : Marwiah Syam Butterflyrock
Comment