MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel menyebut pertumbuhan indonesia makin membaik pada triwulan III-2020 ini.
Pertumbuhan ini sejalan meningkatnya realisasi stimulus fiskal dan mobilitas masyarakat, serta membaiknya permintaan global.
Direktur Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel, Endang Kurnia Saputra, mengatakan, ekonomi Indonesia pada triwulan III 2020 ini tercatat membaik. Hal itu tercermin pada pertumbuhan sebesar 5,05 persen (qtq) dari kontraksi 4,19 persen (qtq), atau berkurangnya kontraksi pertumbuhan menjadi 3,49 persen (yoy) dari 5,32 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Perbaikan ini, sejalan meningkatnya realisasi stimulus dan membaiknya mobilitas masyarakat yang menopang perbaikan permintaan domestik secara bertahap, baik konsumsi maupun investasi.
Sementara itu, kinerja ekspor juga membaik, didorong permintaan global terutama dari AS dan Tiongkok.
“Perbaikan ekonomi domestik yang terus berlanjut ini tercermin pada perkembangan positif sejumlah indikator pada Oktober 2020, seperti mobilitas masyarakat, penjualan eceran non makanan dan online, dan PMI Manufaktur, serta pendapatan masyarakat,” katanya saat Taklimat Media di Kafe Liberica, Jl Botolempangan, Senin (23/11/2020) malam.
Selain makin membaik, kata Endang, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga diproyeksi meningkat pada 2021. Hal ini didorong oleh membaiknya perekonomian global serta akselerasi realisasi anggaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dan kemajuan dalam program restrukturisasi kredit, serta berlanjutnya stimulus moneter dan makroprudensial Bank Indonesia.
Hal ini juga dikarenakan oleh Bank Indonesia yang melalui bauran kebijakannya yang akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif dalam mendorong pemulihan ekonomi.
“Jadi selain makin membaik, ekonomi Indonesia juga diproyeksi akan meningkat pada 2021,” katanya.
Redaktur : Marwiah Syam
Comment