Keputusan Erdogan Terkait Hagia Sophia Sepenuhnya Hak Kedaulatan Turki

BERITAPEDOMAN.com – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan ‘Hagia Sophia’ akan dibuka kembali sebagai masjid pada 24 Juli 2020.

Tentunya, perubahan status situs salah satu keajaiban arsitektur di dunia ini adalah hak sepenuhnya kedaulatan negara Turki. Apalagi keputusan ini juga telah dikeluarkan Pengadilan Tinggi Turki.

Lantas, status museum dari monumen kerajaan Bizantium pada abad ke-6 itu apakah mesti jadi pertentangan, padahal pengalihan fungsinya tak mempengaruhi keberagaman agama. Bahkan, Erdogan juga telah meyakinkan publik bahwa Hagia Sophia tetap terbuka secara umum dan non muslim pun bisa mengunjunginya seperti biasanya.

Bahkan, jika ditelisik dari beberapa abad lalu, Hagia Sophia juga telah menjadi masjid saat Ottoman Sultan Megmed II berhasil merebut Istambul (sebelumnya disebut Konstatinopel) pada 1453 silam. Hanya saja, pada 1934 lalu pemerintah Turki menjadikannya museum sebagai upaya menjadikan Turki lebih sekuler.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengatakan, Turki terus melindungi warisan leluhur. Fungsinya yang dimau juga tak masalah.

“Turki sangat peduli dalam melindungi karakter historisnya. Fungsinya bisa seperti yang kita mau atau apapun, tidak masalah,” katanya seperti dilansir dari beberapa sumber dan Trending Now, Selasa (14/7/2020).

Cavusoglu juga mengatakan, keputusan untuk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid adalah sah.

“Kami menghormati pandangan semua orang, bahkan jika kami tidak setuju dengan itu, tetapi kami sangat menolak komentar yang dibuat dengan cara yang melanggar hak-hak kedaulatan Turki,” katanya.

Penulis/Editor : Marwiah Syam

Comment