Ini Perkembangan Transaksi Tunai di Sulsel yang Dicatatkan BI

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Transaksi tunai (uang kartal) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel tercatat net outflow (Rp2,53 triliun) pada Mei 2020.

Adapun jumlah uang kartal yang masuk (cash inflow) pada periode tersebut, sebesar Rp1,13 triliun. Sementara, uang kartal yang keluar (cash outflow) sebesar Rp3,67 triliun.

Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel, Bambang Kusmiarso, mengatakan, tercatat penarikan perbankan sebesar Rp2,51 triliun atau 68,5 persen dari cash outflow, sedangkan sisanya 31,5 persen adalah untuk pemenuhan empat kas titipan dan transaksi lainnya.

“Adapun dua aktivitas yang mempengaruhi terjadinya cash outflow, yakni momen Bulan Ramadhan dan penarikan bansos bagi masyarakat terdampak Covid-19,” katanya melalui siaran pers, Senin (8/6/2020).

Adapun realisasi pemenuhan uang tunai untuk kebutuhan Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H (24 April 2020 – 20 Mei 2020), kata Bambang, adalah sebesar Rp3,59 triliun.

Realisasi tersebut, seiring dengan menurunnya penarikan oleh perbankan dan kas titipan yang tidak dapat berjalan maksimal sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

“Adapun serapan Uang Pecahan Besar dan Uang Pecahan Kecil terbesar berasal dari penarikan perbankan, kas titipan Kota Palopo dan Kas titipan Kabupaten Bulukumba, dimana pada Bulan Ramadhan pada 2020 ini terdapat 37 bank yang melayani penukaran uang di 79 kantor cabang,” katanya.

Editor : Marwiah Syam

Comment