BERITAPEDOMAN.com – Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bakal membuat protokol baru mengenai pencegahan penularan virus corona Covid-19 bagi staf medis di rumah sakit.
Rencana itu menyusul dari hasil temuan penelitian yang menyebut bahwa virus corona jenis baru bisa bertahan hidup di udara hingga beberapa jam.
Kepala Unit Penyakit dan Zoonosis WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan, temuan awal ini menyebutkan Covid-19 menular melalui tetesan cairan saat orang yang terinfeksi bersin atau batuk.
Akan tetapi, prosedur di RS yang menghasilkan aerosol dapat membuat partikel Covid-19 bertahan di udara.
“Ketika Anda melakukan prosedur yang menghasilkan aerosol seperti di fasilitas perawatan medis, Anda memiliki kemungkinan menciptakan partikel-partikel aerosolize, yang berarti Covid-19 dapat tinggal di udara sedikit lebih lama,” ujarnya, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Senin (23/3/2020).
Kerkhove juga menuturkan, petugas medis sangat penting mengambil tindakan pencegahan ketika menangani pasien positif Covid-19. Apalagi, virus corona ini dapat melayang di udara, walaupun itu tergantung pada beberapa faktor cuaca, seperti panas dan kelembaban.
Kerkhove mengatakan, pejabat kesehatan mengetahui beberapa penelitian ini di sejumlah negara karena melihat kondisi lingkungan yang berbeda dan dapat membuat Covid-19 bertahan.
Para ilmuwan itu juga secara khusus melihat bagaimana kelembaban, suhu, dan pencahayaan ultraviolet mempengaruhi penyakit, serta melihat berapa lama virus itu hidup di permukaan benda.
Untuk itu, pejabat kesehatan perlu merekomendasikan staf medis memakai masker N95 karena mampu menyaring sekitar 95 persen partikel cair atau udara.
“Di fasilitas layanan kesehatan, kami memastikan petugas layanan kesehatan menggunakan tindakan pencegahan,” ujarnya.
Sementara, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan, ada peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan selama seminggu terakhir. Namun, mereka belum melihat adanya respon yang tepat, seperti isolasi hingga pengujian.
“Kami memiliki pesan sederhana untuk semua negara untuk selalu tes, tes, dan tes. Uji setiap kasus yang dicurigai, jika mereka positif, isolasi mereka dan cari tahu dengan siapa saja mereka telah menjalin kontak dalam dua hari sebelum mereka mengembangkan gejala dan menguji orang-orang itu,” kata Tedros.
Editor : Marwiah Syam
Comment