MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mengalami inflasi sebesar 0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,88 pada periode Oktober 2019 ini.
Inflasi tersebut, ditengarai dari sumbangsih beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga, diantaranya cabai rawit, beras, daging ayam ras, bayam, ikan cakalang, minyak goreng, ikan mujair, anggur, telur ayam ras, dan minuman ringan.

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah, mengungkapkan, inflasi ini terjadi dikarenakan beberapa kelompok yang mengalami kenaikan indeks harga konsumen.
Kelompok tersebut, diantaranya kelompok bahan makanan sebesar 0,41 persen, kelompok kesehatan 0,12 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, tembakau sebesar 0,11 persen.
Diikuti kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar yang andil sebesar 0,09 persen.
“Namun yang tertinggi yang memberikan andil, yakni kelompok bahan makanan. Ini disebabkan oleh banyaknya faktor, salah satunya musim kemarau,” katanya saat melakukan siaran pers, di kantornya, Jl Haji Bau, Jumat (1/11/2019).
Adapun kota yang memberikan andil pada laju inflasi pada periode Oktober 2019 ini, kata Yos, adalah Makassar dan Parepare.
Sedang kota IHK lainnya, yakni Palopo, Bulukumba dan Watampone dicatatkan mengalami deflasi.
“Dari laju inflasi tersebut, kita catatkan inflasi tertinggi terjadi di Kota Makassar dengan sumbangsih sebesar 0,10 persen dengan nilai IHK sebesar 139,91 pada periode Oktober 2019 ini,” katanya.
Penulis/Editor : Marwiah Syam
Comment