MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta mewaspadai dampak aktivitas Siklon Tropis Champi di timur Filipina yang ikut mempengaruhi kondisi perairan Indonesia.
Prakirawan BMKG, Yuyun, menjelaskan Siklon Tropis Champi diprakirakan berada di Laut Filipina, tepatnya di sebelah timur Filipina. Siklon tersebut memiliki tekanan pusat 935 hPa dengan kecepatan angin maksimum di dekat pusat mencapai sekitar 50 meter per detik atau 100 knot.
Siklon tropis ini memberi dampak tidak langsung di wilayah Indonesia berupa gelombang laut tinggi dengan kategori sedang.
“Gelombang laut tersebut, berpotensi terjadi di perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara Papua, serta Samudra Pasifik utara Papua,” kata Yuyun, seperti dlansir dalam akun YouTube Info BMKG, Senin (19/10/2026).
Selain Siklon Tropis Champi, BMKG juga meminta masyarakat agar mewaspadai gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter di seluruh perairan Indonesia.
Potensi gelombang tinggi tersebut, meliputi Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.
Selain itu, BMKG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di pesisir utara Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, dan pesisir Kalimantan Tengah.
Untuk itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi gelombang tinggi dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca.
Comment