PBB Keluarkan Peringatan Keras Dampak Lingkungan dari Pusat Data AI

AS, BERITAPEDOMAN.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan keras mengenai dampak lingkungan dari pusat data yang menopang kecerdasan buatan (AI).

Dampak tersebut, yakni terjadinya peningkatan signifikan konsumsi sumber daya alam, sehingga dapat mengancam ketersediaan air bersih, lahan, serta kestabilan iklim global. 

Berdasarkan laporan resmi Universitas PBB, yang dilansir Berita Pedoman, Kamis (8/10/2026), disebutkan bahwa data center AI  diperkirakan akan menghabiskan 945 miliar kwh listrik setiap tahunnya pada tahun 2030.

Jumlah ini hampir tiga kali lipat gabungan pemakaian listrik Pakistan, Bangladesh, dan Nigeria yang secara total dihuni lebih dari 650 juta orang. Tak itu saja, setiap kilowatt listrik yang dipakai juga memerlukan air untuk pendinginan, serta lahan untuk pembangkitan dan jaringan pasokannya.

Selain itu, dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa pada akhir dekade ini, konsumsi air terkait AI dapat menyamai kebutuhan dasar air bersih 1,3 miliar orang. Begitu pun luas lahan yang dibutuhkan diperkirakan melampaui 14.500 kilometer persegi, atau kira-kira dua kali lipat luas kawasan Jabodetabek.

“Tak itu saja, data center juga menghasilkan limbah elektronik hingga 2,5 juta ton per tahun pada 2030, sebagian besar berakhir di negara yang tidak memiliki fasilitas pengolahan aman,” tulis PBB.

Meski demikian, PBB juga menegaskan bahwa keberadaan AI bukan berarti harus dihentikan. Namun arah perkembangannya harus diubah agar tidak melampaui batas kemampuan Bumi.

Untuk itu, PBB meminta pemerintah menyertakan kebutuhan air dan lahan dalam perencanaan pembangunan pusat data. Sementara untuk perusahaan, PBB mendorong untuk merancang sistem yang lebih hemat sumber daya.

Comment