BI Sulsel Raih Dua Penghargaan pada IABC Indonesia Awards 2026

JAKARTA, BERITAPEDOMAN.com – Komitmen Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam menghadirkan komunikasi yang berdampak mendapat apresiasi pada International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026.

Raihan dua penghargaan pada kategori ICOMMA (Impactful Communications Awards) tersebut, yakni Top 10 and Awards of Excellence untuk program Non Stop Education (NSE) CBP Rupiah pada subkategori Best Public Interest Communications, serta Awards of Excellence untuk program Green PUR pada subkategori Best Sustainability Communications.

IABC Indonesia Awards sendiri, merupakan ajang yang didedikasikan untuk mendukung perkembangan industri komunikasi dan public relations, sekaligus memberikan apresiasi terhadap kesuksesan, kerja keras, serta kinerja public relations yang unggul dari korporasi dan instansi di Indonesia.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, mengungkapkan, keberhasilan Non Stop Education (NSE) CBP Rupiah meraih penghargaan, tidak terlepas dari pendekatan komunikasi yang mampu mengubah persoalan nyata di masyarakat menjadi solusi yang sistemik dan terukur.

Program ini tidak berhenti pada edukasi, tetapi membangun multiplier effect dengan melibatkan guru, agen, komunitas, serta kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari ekosistem literasi Rupiah.

Pendekatan tersebut, juga diperkuat melalui komunikasi terintegrasi lintas kanal dan inovasi digital CBPedia, sekaligus memastikan keberlanjutan program melalui integrasi literasi Rupiah ke dalam pendidikan formal.

Dampak program ini, kata Firman, juga ditunjukkan melalui capaian terukur, antara lain 85,02 juta interaksi digital, keterlibatan 2.190 guru, serta 87 persen tingkat pemahaman terhadap metode 3D.

“Capaian tersebut, menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan tidak hanya menghasilkan awareness, tetapi telah bergerak menuju perubahan pemahaman, perilaku, hingga outcome dan impact. Dengan karakter tersebut, NSE memenuhi elemen penting komunikasi kepentingan publik: berangkat dari isu publik, menggunakan pendekatan komunikasi terintegrasi, melibatkan masyarakat sebagai change agent, memanfaatkan inovasi digital, serta memiliki keberlanjutan,” kata Firman, melalui siaran pers, Jumat (18/9/2026).

Sementara raihan penghargaan pada program Green PUR, kata Firman, menghadirkan pendekatan komunikasi keberlanjutan melalui konsep “waste to product”, yakni mengubah limbah racik uang kertas (LRUK) menjadi produk yang memiliki manfaat bagi masyarakat, sekaligus memberikan nilai tambah bagi aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Keunggulan Green PUR ini, juga tercermin dari penerapan strategi komunikasi PESO (Paid, Earned, Shared, Owned Media).

Sementara dari sisi implementasi, Green PUR telah menghasilkan satu pilot project selama empat bulan melalui kolaborasi dengan UNM dan menghasilkan tiga prototype, yaitu briket arang, biochar, dan karbon aktif yang kemudian menghasilkan manfaat yang dapat diukur, mulai dari enam stakeholders yang merasakan manfaat prototype briket, hingga keterlibatan sekitar 600 peserta seminar Dies Natalis UNM, dengan lebih dari 80 persen peserta memahami materi yang disampaikan.

“Dampak program Green PUR ini diarahkan pada pengembangan model pemanfaatan LRUK yang lebih luas. Hingga tahap yang dilaporkan, terdapat 100 ton LRUK yang siap diproduksi menjadi produk, serta potensi keterlibatan 2–3 UMKM untuk bekerja sama dengan estimasi nilai keuntungan sekitar Rp100 juta bagi UMKM,” kata Firman.

Comment