MAKASSAR, Beritapedoman.com – PT Pertamina MOR VII Sulawesi kembali menunjukkan dukungannya yang luar biasa pada pelaku UMKM yang ingin naik kelas dengan menyalurkan kembali program kemitraan di Sulawesi.
Sebanyak 57 mitra binaan yang berasal dari berbagai daerah di Sulsel hadir dalam acara penandatanganan perjanjian penyaluran Program Kemitraan yang bertempat di Kantor PT Pertamina (Persero) MOR VII Sulawesi, Jl. Garuda, Selasa (25/6/2019).
Unit Manager Commucation and CSR Pertamina MOR VII Sulawesi, Hatim Ilwan, mengungkapkan, total pinjaman modal usaha yang meliputi usaha perdagangan, industri, pertanian, jasa, dan sektor peternakan yang disalurkan kali ini mencapai Rp3,4 miliar.
“Semuanya telah disurvey dan memenuhi syarat,” ujarnya.
Dari 57 mitra binaan tersebut, sebanyak 18 pelaku UMKM berasal dari Kabupaten Gowa, 14 orang dari Takalar, empat orang dari Jeneponto, satu orang dari Luwu, dua orang dari Kota Pare-pare, serta 18 orang dari Kota Makassar sendiri.
“Sepuluh diantaranya adalah mitra binaan eksisting yang telah melunasi pinjamannya dan ingin mengembangkan usahanya dengan kembali menjadi mitra binaan Pertamina,” ujar Hatim.
Tercatat hingga bulan Juni tahun 2019, kata Hatim, Pertamina MOR VII Sulawesi sudah menyalurkan dana Program Kemitraan sebesar Rp4,3 miliar kepada para pengusaha kecil dan menengah di Sulawesi.
“Ini akan terus kami tingkatkan penyalurannya hingga akhir tahun ini,” jelas Hatim.
Adapun jangka waktu peminjaman maksimal tiga tahun dengan jasa administrasi sebesar tiga persen.
“Dengan hadirnya program ini, diharapkan peran UMKM semakin naik kelas dan lebih mandiri lagi. Kalau perlu lebih sukses dan menjadi saudagar besar,” ujarnya.
Ruslan Nako, salah satu mitra binaan dari Makassar yang hari ini menandatangani perpanjangan pinjamannya, mengaku senang bisa menjadi bagian dari mitra binaan PT Pertamina.
Semula omzet penjualannya hanya berkisar Rp4 juta per bulan. “Senangku, setelah terima pinjaman dari Program Kemitraan Pertamina, omzetku naik mi jadi Rp7 juta per bulan,” ujar pengusaha yang bergerak di sektor konveksi dengan logat Makassarnya.
Editor : Marwiah Syam
Comment