BBPOM Makassar Perkuat Sinergi Berantas Penyalahgunaan Obat-obatan

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com –  Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar terus memperkuat sinergi dalam memberantas penyalahgunaan obat-obatan.

Salah satunya, menggelar Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obatan bertema “Selamatkan Generasi Bangsa” yang dilaksanakan di Aula BBPOM Makassar, Jl Baji Minasa, Rabu (13/5/2026).

Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakarsa Setiawan, mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Badan POM RI dalam rangka memperkuat sinergi nasional mencegah penyalahgunaan obat-obatan.

Penyalahgunaan obat-obatan, kata Yosef, kini menjadi ancaman serius bagi generasi muda karena berdampak pada kesehatan, mental, hingga memicu tindakan kriminal.

“Obat-obatan yang seharusnya digunakan untuk pengobatan medis justru disalahgunakan untuk kepentingan nonmedis. Ini sangat berbahaya. Untuk itu, BBPOM Makassar bersama aparat penegak hukum terus melakukan pengawasan terhadap peredaran obat-obatan ilegal,” kata Yosef.

Sekedar diketahui, sejak tahun 2023 hingga April 2026, dicatatkan sebanyak 23 kasus peredaran obat-obatan ilegal berhasil diungkap dengan total barang bukti mencapai hampir 200 ribu tablet.

“Kasus terakhir yang kami temukan adalah peredaran 96 ribu tablet triheksifenidil ilegal. Ini menjadi perhatian serius karena obat tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi pasien gangguan kejiwaan, namun disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Untuk itu, kami berharap melalui kegiatan ini, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan obat-obatan,” kata Yosef.

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengungkapkan, persoalan penyalahgunaan obat-obatan bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, maupun aparat penegak hukum semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pencegahan penyalahgunaan obat-obatan tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial saja semata. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi bersama, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga pendidik, tokoh agama, hingga masyarakat untuk menyelamatkan generasi bangsa,” kata Aliyah.

Aliyah juga menyoroti maraknya masuk obat-obatan tertentu secara ilegal ke Kota Makassar yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak terkait.

“Kita harus menelusuri bagaimana obat-obatan ini bisa masuk. Kalau sudah ada tujuh jenis yang beredar di Makassar, berarti ada jaringan besar di baliknya. Ini harus diantisipasi bersama demi melindungi generasi muda kita,” kata Aliyah.

 

 

Comment