Beritapedoman.com – Ketika usai melakukan transaksi melalui ATM, atau berbelanja di Swalayan, pasti kita mendapati kertas struk, dimana kertas tersebut, kadang kita langsung meremasnya dan membuangnya ke tempat sampah. Malah secara tidak sengaja, kadang kita simpan di dompet atau saku.
Namun, siapa sangka sentuhan yang kita lakukan pada kertas struk tadi ternyata bisa membahayakan kesehatan.
Kertas yang biasa juga disebut sebagai kertas thermal yang memiliki permukaan yang lebih halus ketika disentuh ini, selain sebagai struk, kertas ini juga biasa digunakan sebagai kertas faksimile.
Dilansir dari doktersehat.com dan Merdeka.com, thermal paper atau kertas thermal ini ternyata mengandung bahan kimia yang berpotensi jadi penyebab kanker.
Salah satu bahan kimia yang dapat ditemui pada kertas ini, adalah BPA atau Bisphenol A.
Sebelumnya, kandungan BPA ini pernah juga ditemui pada beberapa botol plastik. Karena risiko kanker yang dikandungnya, penggunaan botol plastik yang mengandung bahan ini sudah cukup dibatasi. Namun rupanya bahan ini masih bisa ditemui pada kertas struk yang kita terima sehari-hari.
“Terdapat jumlah BPA yang lebih banyak pada selembar struk berbahan kertas thermal dibanding jumlah keseluruhan yang diperoleh dari botol plastik yang telah digunakan selama bertahun-tahun,” jelas John Warner, Presiden dari Warner Babcock Institute for Green Chemistry, seperti dilansir dari consumerreports.org.
Penelitian sebelumnya juga menyebut bahwa BPA berperan dalam meningkatkan risiko kanker prostat dan payudara. Selain kanker, masalah kesehatan lain yang ditimbulkan berupa penyakit kardiovaskular, serta perkembangan abnormal pada otak dan reproduksi.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Taiwan juga mencoba melihat seberapa banyak penggunaan kertas thermal pada kehidupan sehari-hari dengan mengambil 20 sampel yang berasal dari kertas struk ATM, beberapa lembar kertas struk belanja, tujuh jenis kertas faksimile dan beberapa kertas dari kantor pos untuk dicek kandungan kimianya.
Diketahui ternyata sekitar 60 persen dari sampel tersebut, mengandung bahan kimia BPA. Kandungan ini bersifat karsinogenik dan merupakan penyebab munculnya kanker.
Bahkan, 18 hingga 28 sampel yang diambil diketahui bahwa kandungan kimia di dalam kertas thermal ini mencapai 10 hingga 50 ppm atau parts per million.
Kandungan ini tergolong tinggi dan bisa menyebabkan masalah, seperti pubertas dini, obesitas, serta kanker.
Bahkan, membuang kertas ini juga masih menimbulkan masalah kesehatan terutama ketika kamu meremasnya.
Penelitian lain menyebut bahwa ketika menyentuh kertas ATM selama 10 detik saja, kita bakal terpapar 2,5 mikrogram BPA. Ketika meremasnya, risiko ini akan meningkat sebanyak 1,5 kali lipat.
Mengingat bahayanya, maka sebaiknya sebisa mungkin hindari sentuhan dengan berbagai macam struk atau kertas berbahan thermal paper ini.
Jika memang terpaksa melakukan sentuhan, sebaiknya lakukan secepat dan seminim mungkin untuk mengurangi dampak bahaya kertas struk tersebut.
Editor : Marwiah Syam
Comment