MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai bagian dari proses pengolahan sampah organik.
Sekedar informasi, larva BSF ini mengonsumsi bahan organik sekaligus menghasilkan biomassa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pakan alternatif bagi ternak dan unggas. Pendekatan ini juga menghubungkan pengolahan residu makanan dengan pengembangan sumber daya yang relevan bagi bidang peternakan.
Koordinator Safeguard Low Carbon Development Initiative-Indonesia Transition Fund (LCDI-ITF), Zulkarnaim, menjelaskan bahwa penerapan budidaya maggot dalam pengelolaan sampah organik diarahkan pada pemanfaatan bahan organik secara lebih optimal.
“Pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot BSF memberikan pendekatan biologis dalam memanfaatkan sisa makanan. Bahan organik yang dikumpulkan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai media pakan larva, sementara biomassa yang dihasilkan memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan pakan dalam sektor peternakan,” kata Zulkarnaim, melalui siaran pers, Senin (21/9/2026).
Tak hanya itu, kata Zulkarnaim, pengelolaan tersebut juga memberikan dampak pada pengurangan sampah organik yang perlu dibuang, sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali material organik melalui proses biologis. Selain itu, data volume dari setiap sumber juga dapat digunakan untuk mengevaluasi pola timbulan sampah dan kebutuhan pengolahan di lingkungan kampus.
Jadi, selain mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui pengembangan maggot sebagai sumber pakan alternatif bagi ternak dan unggas dan pemanfaatan kembali sampah organik dan penguatan pengelolaan sampah dalam kerangka pembangunan rendah karbon, juga menerapkan pengelolaan lingkungan kampus yang lebih berkelanjutan.
“Ke depannya, Fapet Unhas akan terus mengembangkan sistem pengolahan sampah organik berbasis budidaya BSF dengan memperhatikan volume bahan yang masuk, proses pemeliharaan larva, serta pemanfaatan biomassa yang dihasilkan. Pendekatan ini juga memperkuat praktik pengelolaan sampah berbasis sumber daya di lingkungan kampus,” kata Zulkarnaim.
Comment