OJK Sulselbar Perkuat Ekosistem Keuangan Inklusif Masyarakat Nelayan Lewat EKI dan KNMP 

SINJAI, BERITAPEDOMAN.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) terus berupaya memperkuat ekosistem keuangan inklusif masyarakat nelayan melalui Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Kali ini menyasar masyarakat nelayan Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai.

Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan
Konsumen dan Perizinan LJK OJK Sulselbar, Arif Machfoed, mengungkapkan bahwa program yang dilaksanakan ini, adalah bagian dari upaya mempercepat terwujudnya masyarakat yang semakin inklusif terhadap layanan jasa keuangan formal.

Desa Tongke-Tongke dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program, karena memiliki potensi ekonomi pesisir dan aktivitas nelayan yang cukup besar.

“Kehadiran Program EKI dan KNMP di wilayah tersebut, diharapkan mampu membuka akses
masyarakat terhadap layanan keuangan formal yang aman, terjangkau, dan produktif. Sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan dan mengembangkan usaha,” kata Arif, melalui siaran pers, Rabu (6/5/2026).

Dalam program kegiatan ini, kata Arif, berbagai materi edukasi diberikan kepada masyarakat, mulai dari pentingnya pengelolaan keuangan keluarga, akses pembiayaan usaha, pemanfaatan produk tabungan dan asuransi, hingga pemahaman penggunaan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggungjawab.

“Melalui pendekatan tersebut, masyarakat nelayan diharapkan tidak hanya memiliki akses keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga,” kata Arif.

Program EKI dan KNMP yang dilaksanakan di berbagai daerah ini, kata Arif, adalah bagian dari komitmen memperluas akses keuangan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing.

“Melalui program ini, diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi penguatan ekonomi masyarakat nelayan melalui akses keuangan yang lebih luas, berkualitas, dan berkelanjutan,” kata Arif.

Comment