Pemkot Makassar Bersama Pertamina Lakukan Sidak ke Usaha Laundry dan Kafe

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai upaya memastikan penggunaan LPG tepat sasaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke usaha tempat laundry dan cafe yang ada di Kota Makassar.

Dalam sidak tersebut, ditemukan satu usaha laundry nakal yang masih menggunakan LPG 3 kg, sehingga langsung di trade in dengan LPG non subsidi, Bright Gas 5,5 kg.

Sekedar informasi, berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Migas No.B-2461/MG.05/DJM/2022, telah diatur bahwa usaha di bidang perhotelan, usaha binatu, restoran, usaha tani tembakau, usaha peternakan, usaha jasa las dan usaha pertanian dilarang menggunakan LPG 3 kg.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengatakan, Pemkot Makassar mengapresiasi usaha yang telah dilakukan Pertamina dalam menjamin kelancaran distribusi LPG, khususnya LPG 3 kg agar kebutuhan masyarakat Kota Makassar dapat terpenuhi.

“Kami imbau masyarakat tidak perlu panic buying, karena stok cukup, suplai lancar, dan kami selaku pemerintah ikut membantu dan mengontrol gas LPG subsidi ini agar tepat sasaran, sekaligus mencegah agar jangan sampai ada oknum-oknum yang memanfaatkan ini untuk kepentingan yang bukan peruntukannya,” katanya, disela-sela Sidak, Selasa (10/10/2023).

Ramdhan Pomanto, juga mengingatkan masyarakat mampu, agar menggunakan LPG non subsidi. “Begitu pun, ASN dilarang menggunakan LPG 3 kg,” katanya.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Erwin Dwiyanto, mengatakan, Pertamina telah berkomitmen untuk memastikan penyaluran distribusi LPG 3 kg ini tepat sasaran.

“Kami juga mengharap masyarakat untuk tidak membeli secara berlebih LPG 3 kg subisidi ini,” katanya.

Erwin, juga memastikan kebutuhan masyarakat selalu terpenuhi. Bahkan, saat ini telah menambah LPG 3 kg sebanyak 75 ribu tabung untuk wilayah Makassar, Gowa dan Maros.

“Untuk itu, kami mengajak Agen beserta Pangkalan agar lebih tegas dan disiplin dalam mendistribusikan tabung LPG 3 kg, sehingga tepat sasaran bagi rumah tangga kurang mampu, UMKM kecil, petani dan nelayan kurang mampu yang sangat membutuhkan,” katanya.

Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan, pihaknya juga telah berkordinasi bersama Pemkot Makassar terkait Transformasi Program Subsidi Tepat LPG 3 kg agar tepat sasaran.

“Saat ini Pertamina sedang melakukan pendataan dan pencocokan data setiap konsumen, yang mana saat ini progresnya di wilayah Sulawesi Selatan sudah mencapai 98 persen atau 11.749 dari 11.964 pangkalan LPG 3 kg yang sudah on boarding atau yang sudah siap melayani konsumen untuk transaksi pembelian,” katanya.

 

 

Comment