MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Bagi perempuan pelaku usaha prasejahtera yang ingin naik kelas, tak perlu risau akan pembiayaan tanpa agunan. Pasalnya, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Mekaar atau PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera memberikan dedikasi berupa pembiayaan tanpa agunan.
Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM, Dicky Fajrian, mengatakan, secara nasional saat ini tercatat lebih 12 juta perempuan prasejahtera yang telah merasakan manfaat dari program Mekaar dengan total outstanding mencapai Rp30 triliun hingga 21 Juni 2022 ini.
Pada pembiayaan ini, tak sekedar modal finansial saja yang diberikan, PNM juga konsisten memberikan modal intelektual berupa pendampingan melalui program pemberdayaan melalui pelatihan, sharing pengetahuan, berbagi informasi, agar usaha mereka semakin naik kelas.
“Jadi tak hanya tanpa agunan saja pada pembiayaan ini. Kami juga memprioritaskan potensi perempuan prasejahtera dengan terus mendorong usaha mereka melalui kemudahan pembiayaan dengan hanya mensyaratkan nasabah membentuk kelompok 7-10 orang dan memberikan pembiayaan awal mulai Rp3 juta, dan secara bertahap dengan melihat komitmen mereka pada usaha yang dijalankannya. Jadi betul-betul yang kami lakukan hanya membiayai, mendampingi, sehingga usaha mereka naik kelas. Ini sebagai bentuk dedikasi kami pada masyarakat Indonesia agar mereka dapat mandiri secara finansial,” katanya, disela-sela pelatihan perijinan usaha yang digelar PNM, di Max One Hotel, Jl Taman Makam Pahlawan, Jumat (24/6/2022).
Pada pembiayaan PNM, kata Dicky, sangat berbeda dengan pembiayaan yang dilakukan pihak bank-bank. Sasaran PNM, hanya untuk kalangan prasejahtera yang benar-benar membutuhkan modal tanpa khawatir soal agunan.
“Jadi kami benar-benar hadir untuk memberdayakan dan membantu,” katanya.
Sementara, Pemimpin Cabang PT PNM Makassar, Maimun Bakri, mengungkapkan, saat ini nasabah PNM Wilayah Makassar yang meliputi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), dan Papua mencapai 378 ribu orang dengan nilai outstanding sebesar Rp1,3 triliun.
Adapun sektor usaha yang paling banyak mendapatkan bantuan modal dari PNM Makassar, adalah sektor perdagangan dengan kontribusi 80 persen. Disusul sektor jasa, sektor industri, dan sektor pertanian.
“Potensi masyarakat sangat baik, dan Non Perfoarming Loan (NPL) juga di bawah 1 persen. Kami berharap ke depannya, semakin banyak membantu perempuan pelaku usaha prasejahtera dengan semakin hadir hingga ke pelosok-pelosok terpencil,” katanya.
Penulis/Redaktur : Marwiah Syam
Comment