MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Peran ekonomi syariah dalam pertumbuhan ekonomi memiliki potensi besar. Namun, hal tersebut, belum dimaksimalkan dalam realisasi kehidupan masyarakat yang notabene adalah 80 persen muslim.
Melihat hal itu, Bank Indonesia (BI) terus mendorong pengembangan ekonomi syariah di berbagai sektor, termasuk pengembangan UMKM berbasis syariah.
Sekedar diketahui, Global Islamic Economy Report mencatatkan, pada akhir 2023, industri makanan halal akan bernilai US $1,8 triliun, industri pariwisata halal akan bernilai US $ 274 miliar, dan industri mode halal akan bernilai US $361 miliar.
Kepala Bank Indonesia Provinsi Sulse, Bambang Kusmiarso, mengatakan, potensi tersebut, tentunya harus didukung dengan menggerakkan peran syariah secara rutin, juga dengan langkah antisipatif untuk menjawab beberapa tantangan, antara lain perkembangan digitalisasi, perlunya konvergensi internasional, tata kelola industri halal dan regulasi yang tepat di seluruh dunia termasuk mekanisme pembiayaan syariah yang dapat dipertanggungjawabkan dan selalu berusaha menghasilkan barang dan jasa yang halal.
“Untuk itulah, Pekan Ekonomi Syariah (PESyar) terus dilakukan, dan pada 2020 ini kembali diselenggarakan oleh Bank Indonesia walaupun secara virtual,” katanya, saat Seremoni Opening Pesyar 2020, Kamis (13/8/2020).
Pekan Ekonomi Syariah ini sendiri, kata Bambang, akan berlangsung selama tiga hari yakni 13-15 Agustus 2020.
“Kegiatan PESyar 2020 ini, juga merupakan rangkaian dari kegiatan Nasional Festival Ekonomi Syariah (FESyar) KTI 2020 yang insyaAllah akan diselenggarakan di Mataram,” katanya.
Bambang juga mengatakan, PESyar 2020 ini merupakan salah satu event ekonomi dan keuangan syariah terbesar dan terdepan di Sulawesi Selatan yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dengan perekonomian sektor riil yang meliputi dua kegiatan utama yaitu shari’a economic forum dan shari’a fair.
Adapun kegiatan Shari’a Economic Forum terbagi atas beberapa kegiatan seminar dan talkshow, yaitu Seminar Magnet Rezeki UMKM digital – On Boarding, Seminar Islamic Social Finance: Wakaf Sebagai Soko Guru Ekonomi Indonesia, Seminar Duta Halal for Ummat, Seminar Sertifikasi Halal: Mudah dan Baroqah, Talkshow Produk Halal? Siapa Takut, Talkshow Industri Halal 4.0, Talkshow Riset Ekonomi Syariah: Science and Shari’a Econom, Talkshow Halal Life Style.
Kegiatan seminar dan talkshow ini sendiri, mengundang berbagai narasumber yang handal dan diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat terkait ekonomi dan keuangan syariah.
Sementara, kegiatan Shari’a Economic Fair terbagi atas beberapa kegiatan, diantaranya Tari kreasi Islam Daerah, Nasyid, Stand up comedy, Kaligrafi, Foto Syariah, Blogger/Vlogger Halal, Jurnalistik Syariah
“Yang buat lebih menarik lagi, pada kegiatan PESyar 2020 ini juga diramaikan Bazaar UMKM Online, Shari’a Fashion Show dan Tabligh Akbar,” katanya.
Sebagai informasi tambahan, PESyar 2020 ini melibatkan dukungan berbagai stakeholder diantaranya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, ASBISINDO, BPJPH, Pusjilal, LP POM MUI dan pihak lainnya.
Editor : Marwiah Syam
Comment