Pertamina Gulirkan Bantuan Modal dan Dampingi Puluhan Ribu UMKM Jatimbalinus

SURABAYA, BERITAPEDOMAN.com – Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu subsektor riil dalam struktur perekonomian, menjadi faktor penentu angka pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sejalan dengan hal ini, Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus menggulirkan bantuan permodalan dengan skema dana bergulir bagi UMKM di wilayah operasionalnya.

Bahkan, semenjak program ini digulirkan pada 1993 silam, Pertamina MOR V memiliki lebih dari 48.000 UMKM binaan yang tersebar di 4 provinsi (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur). Sebanyak tujuh sektor UMKM yang menjadi sasaran program ini, diantaranya industri kreatif, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan jasa.

“Sejak awal 2018 hingga saat ini saja, realisasi penyaluran Program Kemitraan Pertamina di wilayah MOR V sebesar lebih dari Rp164 miliar untuk berbagai sektor usaha,” Unit Manager Communication Relations and CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji, melalui rilisnya, Rabu (12/8/2020).

Rustam juga mengatakan, sinergi bersama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain juga dilakukan, seperti PT Permodalan Nasional Madani (Persero), PT Perkebunan Nusantara XII dan juga afiliasi Pertamina seperti PT Pertamina Gas, PT Pertamina Lubricant sebagai salah satu cara untuk memperluas jangkauan program dan verifikasi potensi mitra binaan unggulan yang nantinya akan menerima bantuan permodalan dana bergulir dari Pertamina.

“Selain dengan sesama BUMN, kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah juga kami lakukan, misalnya dalam upaya mendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) untuk pengembangan UMKM di Mandalika, Kab. Lombok Tengah, NTB dan Labuan Bajo, Kab. Manggarai Barat, NTT,” kata Rustam.

Salah satu keunggulan Program Kemitraan Pertamina, kata Rustam, adalah adanya kesempatan pengembangan kompetensi yang mungkin masih belum dimiliki oleh UMKM. Apalagi beragam pelatihan diadakan, seperti penyusunan neraca keuangan, pengemasan dan branding produk hasil UMKM, pengelolaan toko online di e-commerce, dan prosedur pengurusan beragam sertifikasi mulai dari PIRT, BPOM serta HAKI bagi UMKM binaan yang belum memiliki.

Selain pendampingan dalam bentuk pelatihan, mitra binaan Pertamina MOR V juga memperoleh kesempatan untuk memperluas jangkauan, exposure dan networking dengan mengikuti pameran-pameran.

“Mitra binaan unggulan, utamanya yang bergerak di sektor industri kreatif kami berangkatkan untuk mengikuti pameran berskala regional, nasional maupun internasional sebagai bentuk promosi dan pengenalan produk khas dan unik dari Jatim, Bali, NTB dan NTT,” jelas Rustam.

salah satu mitra binaan unggulan Pertamina MOR V, Nio-El, Lidya Waskita, mengatakan, Nio-El sudah naik kelas hingga bisa memasarkan produknya sampai keluar negeri (ekspor). Produk kerajinan aksesoris etnik handmade hasil karyanya pun sudah diminati pasar mancanegara.

“Semenjak bermitra dengan Pertamina, saya memperoleh kesempatan yang istimewa untuk bisa melakukan perluasan area pemasaran saya hingga ke lima negara,” ujar pemilik Nio-El, Lidya Waskita.

Sebagai informasi tambahan, bagi pelaku UMKM yang memiliki rencana pengembangan usaha dan berminat untuk bermitra dengan Pertamina dapat memperoleh informasi mengenai Program Kemitraan Pertamina, melalui situs resmi https://www.pertamina.com/id/program-kemitraan dan juga melalui telfon ke Call Center Pertamina di nomor 1 500 000.

Editor : Marwiah Syam


Comment